Suara.com - Sugiono, yang kini disebut-sebut sebagai calon Menteri Luar Negeri dalam kabinet Prabowo Subianto, memiliki latar belakang yang kuat dalam dunia militer dan politik.
Sugiono jadi nama terkuat Menlu RI menggantikan Retno Marsudi, sosok yang sudah lekat dengan politik luar negeri Indonesia.
Lahir di Takengon, Aceh, pada 11 Februari 1979, ia menempuh pendidikan awalnya di Aceh, sebelum melanjutkan ke SMA Taruna Nusantara di Magelang, sebuah sekolah bergengsi dengan fokus kepemimpinan dan kedisiplinan.
Selepas SMA, Sugiono melanjutkan pendidikannya ke Norwich University, Amerika Serikat, salah satu akademi militer tertua di negara tersebut, di mana ia mengambil program studi teknik komputer.
Pendidikan militer ini menjadi fondasi bagi karirnya di TNI, di mana ia sempat bertugas sebagai perwira di korps Infanteri, serta menjadi sekretaris pribadi Prabowo Subianto
Selain karier militernya, dikutip dari Antara, Sugiono sudah lama aktif di politik dan merupakan salah satu pendiri Partai Gerindra. Ia kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum dan Harian DPP Gerindra untuk periode 2020-2025.
Dalam parlemen, ia menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR yang membawahi pertahanan, intelijen, dan hubungan luar negeri, serta Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI. Kedekatannya dengan Prabowo membuatnya dikenal sebagai "anak ideologis" mantan Danjen Kopassus tersebut
Mengenai kehidupan pribadi, Sugiono dikenal sebagai sosok yang cerdas dan tegas dalam mengambil sikap, meskipun tidak banyak informasi yang diungkapkan terkait keluarganya.
Melansir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (e-LHKPN) yang diserahkan Sugiono pada 27 Mei 2024 lalu, Sugiono memiliki harta berupa tanah dan bangunan hasil sendiri senilai Rp8.564.000.000 (Rp8,5 miliar), kendaraan senilai Rp1.500.000.000 (Rp1,5 miliar) dan Kas dan setara kas senilai Rp930.176.184 (Rp930 juta).
Baca Juga: Ultah Jelang Dilantik Presiden, Pramono Anung Doakan Prabowo, Begini Isinya!
Sugiono telah lama menjadi salah satu tokoh politik yang memiliki pengaruh besar di Partai Gerindra. Posisi penting yang diembannya, baik di partai maupun di parlemen, serta hubungan eratnya dengan Prabowo, membuatnya dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi Menteri Luar Negeri di kabinet mendatang
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto