Suara.com - Setelah sempat disatukan lewat Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, kini di masa pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian Transmigrasi kembali hadir tersendiri.
Jauh sebelum Prabowo jadi Presiden, Kementerian Transmigrasi juga pernah berdiri sendiri di era pemerintahan Presiden Ke-2 RI Soeharto.
Saat ini di era pemerintahan Prabowo-Gibran, posisi Menteri Transmigrasi diduduki oleh Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Iftitah akan dibantu oleh Viva Yoga Mauladi yang ditunjuk oleh Presiden Prabowo menjadi Wakil Menteri Transmigrasi.
Iftitah lahir di Pandeglang, Banten, pada 10 Maret 1977. Ia dikenal sebagai sosok dengan latar belakang militer yang kuat. Ia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1999 sekaligus penerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa dari Presiden RI pada masa itu.
Pada tahun 2009, Iftitah melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Lanjutan Perwira di India dan dua tahun kemudian ia meraih gelar S-1 di bidang pertahanan dari Universitas Indore, India.
Tak hanya di dalam negeri, Iftitah Sulaiman juga mengenyam pendidikan di luar negeri, salah satunya di US Army Command General and Staff College (Seskoad) di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat, pada 2015. Di sana, ia meraih gelar Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University pada tahun 2016.
Pengalaman Iftitah di militer tidak hanya sebatas pendidikan. Ia pernah bertugas dalam berbagai misi, termasuk sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon pada tahun 2006, serta menjadi instruktur internasional pertama TNI di Australia, di mana ia melatih puluhan perwira.
Setelah bertugas selama lebih dari dua dekade, Iftitah akhirnya pensiun dari dinas militer dan beralih ke dunia bisnis, mengembangkan perusahaan di sektor investasi, energi, dan lainnya.
Sementara di dalam dunia politik, Iftitah Sulaiman merupakan kader Partai Demokrat yang bergabung di tahun 2019 dan dikenal dekat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia juga pernah menjadi ajudan SBY selama beberapa waktu.
Sebelum dilantik secara resmi, Iftitah telah menyebutkan bahwa Prabowo memberikan arahan untuk fokus pada pembangunan di wilayah Indonesia Timur. Pembangunan di wilayah Indonesia Timur itu bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di daerah tersebut, sebagaimana tujuan program transmigrasi.
Cita-cita mewujudkan pemerataan pembangunan dan ekonomi memang telah digaungkan oleh Prabowo sejak ia berkampanye sebagai calon presiden. Bersama Gibran, Prabowo pun telah menyusun delapan misi yang dikenal dengan Astacita, yang di antaranya menyinggung mengenai pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Dalam pidato perdananya sebagai Presiden, Prabowo pun telah menekankan cita-cita besarnya membawa Indonesia menjadi negara yang makmur dan sejahtera.
"Cita-cita kita adalah melihat wong cilik iso gemuyu, wong cilik (rakyat kecil) bisa senyum, bisa ketawa," ucap dia sebagaimana dilansir Antara.
Kini, kehadiran Kementerian Transmigrasi diharapkan benar-benar mampu mewujudkan pemerataan ekonomi guna memastikan kesejahteraan dan kemakmuran terbangun di setiap sudut wilayah Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Mendag Baru Disorot: Budi Santoso Bakal Lebih Berani Sikat Monopoli - Kartel Ketimbang Zulhas?
-
Jadi Menteri Imigrasi, Agus Andrianto Mundur Dari Polri: Arahan Langsung dari Presiden
-
Terungkap! Status Gibran Di Pengadilan Jadi Alasan PDIP Tak Gabung Kabinet Prabowo
-
Presiden Prabowo Pecah Kementerian LHK, Hanif Faisol Yakin Layanan Masyarakat Tak Terganggu
-
Resmi! Prabowo Lantik Jajaran Kabinet Merah Putih, Ada 48 Menteri dan 5 Kepala Lembaga
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026, 22-23 Juli: Brasil Hadapi Jepang
-
Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?
-
Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru, Dilantik Sore Ini
-
9 Jam Tangan Pintar Anti Air untuk Aktivitas Outdoor yang Murah, Mulai Rp200 Ribuan
-
Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026
-
25 Link Poster Ucapan Hari Anak Nasional 2026, Desain Menarik untuk Dibagikan ke Medsos
-
DJP Bisa Intip Rekening Warga, Purbaya: Coretax Lebih Mengerikan
-
Nanik S Deyang Mundur, Puan Maharani Buka Suara Soal Isu Sudaryono Jadi Bos Baru BGN
-
Cuti dan Privasi Karyawan: Sejauh Mana Perusahaan Berhak Bertanya?