"Kita di sini masing-masing RT ada relawan, yang baru terintegrasi 5 RT. 1 RT masih tersendat masyarakatnya, kita sudah edukasi penyentuhan juga," ujar dia.
Selanjutnya Sanusi mengajak wartawan Suara.com melihat langsung produksi jamu atau minuman kesehatan herbal.
Yuliana namanya, warga di RT 5, RW 7 ini memproduksi teh kombucha, jamu kembang telang, jamu Telang kombucha, hingga aneka rasa minuman jelly.
Di depan rumah Yuli nampak ada tanaman bunga telang. Dia mengatakan dalam sebulan penjualan mencapai ratusan botol.
"Sebulan kadang 300-an botol, kita kan online juga. Harga Rp 8 ribu, orang ngambil jual kembali Rp 10 ribu," kata Yuli.
Pengrajin Limbah Plastik
Langkah kaki kami terus berjalan melewati lorong oksigen dan mural edukasi yang kerap dijumpai. Langkah kami berhenti di kediaman Bunda Eva, pengrajin dari bahan limbah plastik.
Maya selaku asisten Buda Eva mengatakan pihaknya memanfaatkan sampah plastik bekas kemasan minuman seperti kopi, teh sisiri hingga bungkus Rinso.
Dari tangan dinginnya sampah plastik tersebut mereka sulap menjadi kerajinan cantik seperti tas untuk botol minum, tas jinjing, jaket, kopiah, taplak meja hingga tikar.
Baca Juga: Astra: Angka Kecelakaan di Tol Cipali Turun
Dia mengatakan sampah plastik selain dikumpulkan sendiri juga didapat dari penjual minuman.
"Selain kumpulin sendiri, kita juga dapat dari para pedagang, meringankan sampah kita manfaatin," kata dia.
Selain dapat mengurangi sampah plastik, kegiatan ini juga bisa untuk mengedukasi masyarakat.
Kegiatan positif Bunda Eva dan rekan-rekannya memanfaatkan limbah kemasan plastik kini mendapat banyak apresiasi.
Bunda Eva juga disebut kerap dipanggil ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan mengolah sampah plastik.
"Dari sekolah-sekolah juga ada yang ke sini datang, lebih ke edukasi pelatihan, mahasiswa kunjungan belajar memanfaatkan limbah," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua