Suara.com - Sastrawan cum jurnalis senior, Goenawan Mohamad alias GM menitipkan pesan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Pendiri Majalah Tempo itu meminta agar Prabowo tidak mengubah Bali seperti Singapura atau Hong Kong.
Pesannya untuk Prabowo itu disampaikan GM lewat cuitan di akun X pribadinya, Kamis (7/11/2024).
"Untuk Presiden Prabowo: Mohon jangan jadikan Bali seperti Singapura atau Hong Kong," tulisnya dikutip Suara.com, Kamis.
Lewat cuitannya itu, pemilik nama asli Goenawan Soesatyo Mohamad itu mengungkap alasan menitipkan pesannya untuk Prabowo soal Bali.
Dia mengatakan, Pulau Dewata itu bukan cuma objek wisata saja. Sebab, menurutnya sejarah Bali terbentuk dari kultur dan jerih payah keringat masyarakat lokal.
"Bali bukan obyek wisata semata. Bali kehidupan yang membentuk diri dari warisan sejarah dan hasil kerja rakyat dari lapis terbawah," bebernya.
Pesan GM yang meminta Prabowo untuk tidak mengubah Bali seperti Singapura turut diramaikan oleh netizen dengan beragam komentar. Namun, kebanyakan netizen ikut mendukung ucapan GM agar kultur di Bali tetap terjaga.
"Bali harus dijaga," tulis akun @Na*********.
"Bali tetap hrs Bali..tidak usah spt Singapura n Hong Kong, sudah terkenal karena keunikannya," timpal akun @My*********.
Baca Juga: Yakin Tom Lembong Akhirnya Dibebaskan, Rocky Gerung Blak-blakan Sindir Kejagung Cuma Cari Sensasi
"Biarkan Bali dengan kenaturalannya," sahut akun @De*********.
Berita Terkait
-
Yakin Tom Lembong Akhirnya Dibebaskan, Rocky Gerung Blak-blakan Sindir Kejagung Cuma Cari Sensasi
-
Sebut Kasus Seperti Tom Lembong Bakal Bermunculan, Rocky Gerung Ungkit Nama Jokowi
-
Mahfud MD Sebut Eks Menteri Wajib Diperiksa Kasus Judol Pegawai Komdigi, Budi Arie Bilang 'Jangan Kasih Kendor'
-
Seret Nama Jokowi, Goenawan Mohamad Ungkap Pemicu Banyak yang Ragukan Tom Lembong Korupsi: Ini Tak Sehat...
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?