News / Nasional
Senin, 11 November 2024 | 12:36 WIB
Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Kesehatan (KOMPAK) berpantomim saat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Rabu (17/11/2021). [Suara.com/Angga Budiyanto]

Suara.com - Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November di Indonesia. Peringatan ini memiliki sejarah yang menarik dan berakar pada upaya besar pemerintah untuk mengatasi masalah kesehatan yang serius di masa lalu.

Asal-Usul Hari Kesehatan Nasonal

Pada era 1950-an, Indonesia dilanda wabah malaria yang sangat parah. Penyakit ini menelan banyak korban jiwa dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Pemerintah saat itu melakukan upaya besar-besaran untuk memberantas penyakit malaria. Program pemberantasan ini melibatkan penyuluhan kesehatan, pemberian obat-obatan, dan penyemprotan rumah untuk membunuh nyamuk Anopheles sebagai vektor penyakit malaria.

Hingga setelah beberapa tahun berjuang, upaya pemberantasan malaria membuahkan hasil yang sangat signifikan. Jumlah penderita malaria menurun drastis, dan Indonesia berhasil mengendalikan wabah ini.

Maka, untuk merayakan keberhasilan dalam memberantas malaria dan sebagai bentuk apresiasi atas upaya seluruh pihak dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, pemerintah menetapkan tanggal 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional. Peringatan pertama kali dilakukan pada tahun 1964.

Sedangkan di tahun 2024 ini, Hari Kesehatan Nasional telah memasuki peringatan yang ke-60 tahun. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah merilis media HKN ke-60 tahun sebagai pedoman hari peringatannya.

Selanjutnya Hari Kesehatan Nasional tak hanya berfokus pada penyakit malaria saja. Hari Kesehatan Nasional ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Jelang HKN 2024, PT KBS Periksa Kesehatan Balita, Ibu Hamil Hingga Lansia di Tegal Ratu

Load More