Suara.com - Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November di Indonesia. Peringatan ini memiliki sejarah yang menarik dan berakar pada upaya besar pemerintah untuk mengatasi masalah kesehatan yang serius di masa lalu.
Asal-Usul Hari Kesehatan Nasonal
Pada era 1950-an, Indonesia dilanda wabah malaria yang sangat parah. Penyakit ini menelan banyak korban jiwa dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Pemerintah saat itu melakukan upaya besar-besaran untuk memberantas penyakit malaria. Program pemberantasan ini melibatkan penyuluhan kesehatan, pemberian obat-obatan, dan penyemprotan rumah untuk membunuh nyamuk Anopheles sebagai vektor penyakit malaria.
Hingga setelah beberapa tahun berjuang, upaya pemberantasan malaria membuahkan hasil yang sangat signifikan. Jumlah penderita malaria menurun drastis, dan Indonesia berhasil mengendalikan wabah ini.
Maka, untuk merayakan keberhasilan dalam memberantas malaria dan sebagai bentuk apresiasi atas upaya seluruh pihak dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, pemerintah menetapkan tanggal 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional. Peringatan pertama kali dilakukan pada tahun 1964.
Sedangkan di tahun 2024 ini, Hari Kesehatan Nasional telah memasuki peringatan yang ke-60 tahun. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah merilis media HKN ke-60 tahun sebagai pedoman hari peringatannya.
Selanjutnya Hari Kesehatan Nasional tak hanya berfokus pada penyakit malaria saja. Hari Kesehatan Nasional ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Jelang HKN 2024, PT KBS Periksa Kesehatan Balita, Ibu Hamil Hingga Lansia di Tegal Ratu
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan