News / Internasional
Senin, 11 November 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi penembakan pistol (Unsplash/Max keinen)

Suara.com - Orang-orang bersenjata menewaskan 10 orang di sebuah bar di negara bagian Queretaro, Meksiko tengah, Sabtu malam, kata pihak berwenang, menambah gelombang kejahatan kekerasan yang melanda beberapa wilayah di negara itu.

Insiden itu terjadi di sebuah bar di pusat kota ibu kota negara bagian itu, yang juga dikenal sebagai Queretaro, tempat empat orang bersenjata masuk, menewaskan tujuh pria dan tiga wanita, menurut jaksa agung negara bagian dan kepala keamanan kota Queretaro.

Tujuh orang lainnya terluka. Sejauh ini, satu orang ditahan polisi, kata pihak berwenang. Penyidik berada di tempat kejadian dan juga memeriksa kendaraan yang diyakini terkait dengan insiden itu.

Queretaro biasanya tidak rentan terhadap kejahatan kekerasan tingkat tinggi, seperti pembunuhan, dan dianggap relatif lebih aman daripada banyak wilayah lain di Meksiko.

"Saya tegaskan kepada masyarakat Queretaro bahwa akan ada hukuman bagi mereka yang bertanggung jawab atas tindakan brutal ini, kami akan terus menutup perbatasan kami dan menjaga keamanan negara bagian kami," kata gubernur Queretaro Mauricio Kuri di X.

Meksiko tengah menghadapi krisis keamanan yang terkait dengan kejahatan terorganisasi dan faksi-faksi kartel narkoba yang bertikai, yang merupakan salah satu tantangan paling mendesak bagi Presiden Meksiko baru Claudia Sheinbaum.

Telah terjadi 2.788 pembunuhan di negara tersebut sejak pelantikannya pada 1 Oktober, menurut analisis data pemerintah oleh lembaga survei TResearch.

Sheinbaum telah berjanji untuk menindak kejahatan kekerasan dan meluncurkan rencana keamanan yang ditujukan untuk meningkatkan kesempatan bagi kaum muda yang rentan, meningkatkan pembagian informasi intelijen di antara lembaga-lembaga pemerintah, dan memperkuat Garda Nasional negara tersebut.

Baca Juga: Dorr! Pemobil di Tangerang Kena Peluru Nyasar, Tim Forensik Mabes Polri Turun Tangan

Load More