Suara.com - Laporan telah membanjiri Amerika Serikat tentang orang-orang kulit hitam yang menerima pesan teks yang meresahkan yang merujuk pada perbudakan dan "memetik kapas", menyusul kemenangan pemilihan presiden Donald Trump.
Pesan-pesan rasis ini telah dilaporkan di lebih dari selusin negara bagian, termasuk California, Pennsylvania, New Jersey, Michigan, North Carolina, Virginia, dan Alabama, menurut CNN. Pesan-pesan tersebut, yang dikirim secara anonim, menginstruksikan penerima untuk melapor ke "perkebunan" atau menaiki bus, yang memicu kekhawatiran luas dan mendorong penyelidikan oleh FBI dan lembaga-lembaga lainnya.
Pesan-pesan tersebut sering kali menginstruksikan penerima untuk melapor ke alamat tertentu, terkadang menyebutkan pemerintahan presiden yang akan datang.
Beberapa bahkan menargetkan anak-anak, dengan laporan siswa sekolah menengah menerima pesan-pesan kebencian ini. Misalnya, seorang gadis berusia 16 tahun di California menerima sebuah teks yang mengarahkannya untuk melapor ke sebuah "perkebunan" di North Carolina.
FBI bekerja sama dengan Departemen Kehakiman untuk menangani insiden-insiden ini, sementara Komisi Komunikasi Federal (FCC) sedang melakukan penyelidikan bersama penegak hukum federal dan negara bagian. TextNow, platform yang digunakan untuk mengirim beberapa pesan ini, mengatakan kepada CNN bahwa ini adalah "serangan yang luas dan terkoordinasi".
''Kami sudah mengatakannya sebelumnya dan akan mengatakannya lagi - tidak ada tempat untuk kebencian dalam demokrasi. Ancaman tersebut — dan penyebutan perbudakan pada tahun 2024 — tidak hanya sangat mengganggu, tetapi juga melanggengkan warisan kejahatan yang sudah ada sejak sebelum era Jim Crow, dan sekarang berupaya mencegah warga Amerika kulit hitam menikmati kebebasan yang sama untuk mengejar kehidupan, kebebasan, dan kebahagiaan,'' kata Presiden dan CEO NAACP Derrick Johnson dalam siaran pers.
Siapa pun yang mengirim pesan teks rasis tersebut menggunakan perangkat lunak anonim untuk mengaburkan lokasi mereka, kata Jaksa Agung Louisiana Liz Murrill kepada CNN pada hari Jumat.
Berita Terkait
-
Trump Desak Putin Akhiri Perang Ukraina, Singgung Kekuatan Militer AS
-
Qatar dalam Tekanan AS: Perantara atau Pelindung Hamas?
-
Ratusan WNI Sambut Hangat Kedatangan Presiden Prabowo di Washington DC
-
Trump dan Pangeran Salman Bertelepon: Apa Arti Kemenangan Trump bagi Arab Saudi?
-
Kamala Harris Kalah, Elon Musk dan Donald Trump Rayakan Kemenangan Sambil Bermain Golf
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala
-
Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya
-
Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster
-
Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal
-
Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi