Suara.com - Dengan mengandalkan Marco Rubio dan Mike Waltz, Donald Trump tengah menyiapkan panggung untuk pertempuran eksistensial melawan Tiongkok, meskipun, seperti biasa, kepiawaian presiden terpilih dalam membuat kesepakatan mungkin akan ikut campur.
Trump, yang secara retorika setidaknya telah lama memutuskan hubungan dengan konsensus bipartisan bersejarah di Washington untuk peran global AS yang tegas, menunjuk dua politisi Florida yang masih percaya pada keterlibatan tradisional AS dengan dunia.
Namun, Rubio, seorang senator yang disebut-sebut akan ditunjuk sebagai menteri luar negeri, dan Waltz, seorang anggota kongres yang ditunjuk sebagai penasihat keamanan nasional, sangat berbeda dengan visi internasionalisme Presiden Joe Biden.
Dalam pidatonya tahun lalu, Rubio mengatakan bahwa Amerika Serikat sudah terlibat dalam konflik global yang luas dengan Tiongkok, yang "tidak hanya ingin menjadi negara paling kuat di dunia, mereka juga ingin mengubah orientasi dunia."
Pemerintahan Biden juga menggambarkan Tiongkok sebagai musuh jangka panjang utama Amerika Serikat dan meningkatkan sanksi, tetapi ketegangan telah mereda baru-baru ini, dengan diplomat utama Biden Antony Blinken berfokus pada dialog untuk mencegah konflik yang tidak disengaja.
"Pemerintahan Biden percaya Amerika Serikat harus bersaing dengan Tiongkok seefektif mungkin dalam setiap masalah dengan cara yang dapat merugikan Tiongkok," kata Robert Daly, direktur Institut Kissinger Wilson Center tentang Tiongkok dan Amerika Serikat.
"Sekarang kita melihat orang-orang yang telah lama mendukung pandangan bahwa Partai Komunis Tiongkok merupakan ancaman eksistensial bagi Amerika Serikat."
"Pejabat Tiongkok cenderung melihat penunjukan ini sebagai bukti dari apa yang mereka lihat: bahwa apa pun yang mereka lakukan -- membuat kesepakatan perdagangan, mereka menghadapi Amerika Serikat yang berkomitmen untuk menghancurkan Partai Komunis," kata Daly. "Dan itu akan mengubah sifat persaingan."
Trump sering berbicara tentang pembuatan kesepakatan dan telah membanggakan hubungannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Baca Juga: Trump Calonkan Kritikus Biden, Mike Huckabee, Jadi Dubes AS untuk Israel
Namun pada akhirnya, Rubio dan Waltz, bukan Trump, yang akan menentukan "skema strategis" sehari-hari bagi kebijakan AS, kata Daly.
Berita Terkait
-
Prabowo dan Joe Biden Bahas Tantangan Global di Gedung Putih, Komitmen Perkuat Hubungan RI-AS
-
Beda Obrolan Prabowo dengan Joe Biden vs Donald Trump, Bahas Percobaan Pembunuhan
-
Momen Presiden Prabowo Kenalkan Mayor Teddy ke Joe Biden, Bikin Presiden AS Hormat
-
Gebrakan Trump! Gandeng Elon Musk dan Vivek Ramaswamy Reformasi Birokrasi AS
-
Trump Calonkan Kritikus Biden, Mike Huckabee, Jadi Dubes AS untuk Israel
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'