Suara.com - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, membeberkan soal pertemuannya dengan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan di Pendopo Anies, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2024).
Pramono mengatakan pertemuan tersebut belangsung selama satu jam. Pertemuan yang juga dihadiri Rano Karno ini semakin hangat lantaran kopi buatan istri Anies, Fery Farhati.
"Alhamdulillah pertemuan dengan Mas Anies satu jam lebih, pertemuannya di tadi pagi, kopinya enak, makannya lontong sayur juga enak. Buahnya manis sekali," kata Pramono di Cipinang, Jakarta, Jumat.
Saat disinggung soal isi pertemuan tersebut, Pramono mengatakan hal itu bakal disampaikan oleh Anies. Meski demikian, Pram memastikan pertemuan berlangsung dari hati ke hati.
"Kalau dilihat kan wajahnya ngakak semua, kalau enggak menyenangkan pasti wajahnya cemberut," ucap Pramono.
Politikus PDI Perjuangan ini enggan berspekulasi terkait Anies bakal ikut berkampanye dan hadir dalam debat pamungkas Pilkada Jakarta.
"Pokoknya nanti lihat saja yang dateng di kampanye tanggal 23, saya enggak mau menjawab sesuatu yang belum terjadi,” pungkas Pramono.
Sebelumnya Anies Baswedan membagikan momen saat menerima kunjungan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024. Pertemuan itu berlangsung di kediaman Anies kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pagi tadi.
"Pagi ini, menyongsong terbitnya matahari, ngobrol soal kota Jakarta dan masa depannya dengan Mas @pramonoanungw dan Bang @si.rano di rumah," ujar Anies di akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan dikutip Suara.com, Jumat (15/11/2024).
Mantan Gubernur Jakarta ini mengatakan dalam obrolannya soal Jakarta mereka sekaligus menyantap sarapan lontong sayur buatan istri Anies, Fery Farhati.
"Ditemani lontong sayur dan kopi buatan @fery.farhati, bikin percakapan makin hangat dan menyenangkan," katanya.
Berita Terkait
-
Respons Ridwan Kamil Soal Pertemuan Anies dengan Pramono-Rano: Saya Tidak Tahu Artinya Apa
-
Merosotnya Elektabilitas RK-Suswono Dinilai karena KIM Plus Tak Solid: Cuma Golkar yang Mati-matian
-
Sudah Teken Pakta Integritas, Ridwan Kamil Belum Tentu Jual Saham PT Delta: Nanti Dibahas
-
Bahas Tom Lembong, Pandji Pragiwaksono Ungkit Kasus Lawas Anies Baswedan: Dulu Juga Dia ...
-
Tertawa Lepas saat Bertemu, Bentuk Dukungan Anies ke Pramono-Rano Karno di Pilgub Jakarta Sudah Terlihat
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah