Suara.com - Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkapkan bahwa sebuah serangan udara Israel yang terjadi pada Sabtu lalu di kawasan Basta, Beirut, menewaskan 15 orang dan melukai 63 lainnya.
Serangan ini, yang diklaim oleh seorang sumber keamanan Lebanon sebagai upaya untuk menargetkan seorang pejabat senior Hizbullah, menambah ketegangan di wilayah tersebut.
Menurut sumber keamanan Lebanon yang berbicara secara anonim kepada AFP, serangan itu memang ditujukan pada tokoh terkemuka Hizbullah, namun tidak jelas apakah tokoh tersebut tewas dalam serangan tersebut.
Sumber ini juga tidak mengungkapkan nama pejabat yang dimaksud. Namun, anggota parlemen dari Hizbullah, Amin Sherri, membantah klaim tersebut.
Dalam pernyataan yang dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional (NNA), Sherri menegaskan bahwa tidak ada tokoh Hizbullah yang hadir di dua gedung yang menjadi sasaran serangan tersebut.
Sherri menyatakan hal ini setelah mengunjungi lokasi serangan.
Serangan ini merupakan bagian dari meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah, yang terlibat dalam beberapa bentrokan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Berita Terkait
-
Bayang-Bayang Teror: Palestina Khawatir Atas Pembebasan Pemukim Ilegal Israel
-
Netanyahu Hadapi Tuduhan Kejahatan Perang, Bersumpah Bela Israel "Dengan Segala Cara"
-
PBB: Israel Halangi Bantuan ke Gaza, Hanya Sepertiga Misi Disetujui
-
Gedung Perumahan di Beirut Luluh Lantak Dihantam 5 Rudal Israel
-
Rumah Sakit Gaza Batasi Layanan dan Terancam Tutup, Bahan Bakar Hanya Cukup 2 Hari!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?