Suara.com - Palestina mengkritik keputusan Kepala Otoritas Pertahanan Israel, Israel Katz, yang memilih untuk menghentikan perintah penahanan administratif terhadap pemukim ilegal Israel.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat (22/11), Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan bahwa keputusan Katz akan mendorong para pemukim ekstrimis untuk melakukan teror terhadap warga Palestina dan aset-aset mereka, serta meningkatkan kejahatan terhadap mereka dan memperkuat impunitas yang mereka nikmati.
Sebelumnya pada hari Jumat, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan keputusan Katz untuk menangguhkan perintah penahanan administratif terhadap pemukim ilegal yang dituduh menyerang warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Kementerian tersebut menyerukan tindakan internasional yang lebih efektif untuk menekan milisi pemukim, mengakhiri impunitas mereka, dan melindungi warga Palestina dari pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pendudukan Israel.
Peace Now, sebuah organisasi yang memantau aktivitas pemukiman Israel di wilayah yang diduduki, menyatakan bahwa pencabutan perintah penahanan administratif bagi pemukim merupakan langkah yang sinis dan ceroboh yang memperkuat dan menormalkan munculnya terorisme Yahudi dengan alasan perang.
Di sisi lain, penahanan administratif yang bergantung pada bukti yang tidak dipublikasikan telah sering digunakan oleh Israel terhadap warga Palestina. Saat ini, terdapat 3.443 orang yang ditahan di penjara-penjara Israel, menurut kelompok-kelompok yang menangani urusan tahanan Palestina.
Peace Now mencatat bahwa ada lebih dari 720.000 pemukim ilegal di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.
Walaupun tidak ada data resmi dari Israel, Kementerian Luar Negeri Palestina mencatat bahwa hanya sedikit pemukim ilegal yang ditahan di bawah hukum tersebut, dan penangkapan yang terjadi umumnya bersifat simbolis dalam kebijakan yang disebut 'pintu berputar'.
Ketegangan di Tepi Barat semakin meningkat akibat konflik brutal Israel di Jalur Gaza, yang telah merenggut lebih dari 44.000 nyawa, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, setelah serangan Hamas setahun lalu.
Baca Juga: Netanyahu Kecam Paus Fransiskus, Anggap Tudingan Genosida Israel "Memalukan"
Sejak itu, hampir 795 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 6.400 lainnya terluka akibat serangan oleh pasukan Israel di wilayah yang diduduki, menurut laporan Kementerian Kesehatan.
Pada bulan Juli, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan pendapat konsultatif bersejarah yang menyatakan bahwa pendudukan Israel selama bertahun-tahun atas tanah Palestina adalah ilegal dan mendesak untuk pengosongan semua pemukiman yang ada di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Berita Terkait
-
Netanyahu Hadapi Tuduhan Kejahatan Perang, Bersumpah Bela Israel "Dengan Segala Cara"
-
PBB: Israel Halangi Bantuan ke Gaza, Hanya Sepertiga Misi Disetujui
-
Gedung Perumahan di Beirut Luluh Lantak Dihantam 5 Rudal Israel
-
Rumah Sakit Gaza Batasi Layanan dan Terancam Tutup, Bahan Bakar Hanya Cukup 2 Hari!
-
Netanyahu Kecam Paus Fransiskus, Anggap Tudingan Genosida Israel "Memalukan"
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas
-
Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi
-
Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya
-
Kemendagri Percepat Implementasi SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah
-
Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania
-
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok
-
BGN Jawab Protes Pengusaha, Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran
-
DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat
-
Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi