Suara.com - Sosok Walikota Tegal, Dedy Yon yang kembali maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah di Tegal dan baru-baru ini pingsan di atas panggung menarik untuk diketahui. Seperti apa biodata Dedy Yon Supriyono yang pingsan ketika melakukan kampanye akbar itu?
Kampanye sendiri dilaksanakan pada hari Jumat, 22 November 2024 lalu, bertempat di Jalan Pancasila, Tegal. Agenda dimulai pada pukul 14.30 WIB, dan sempat berhenti sejenak karena azan asar. Bersama cawalkot Tazkiyatul Mutmainah, keduanya sempat menyapa pendukung yang hadir dan mensosialisasikan visi misi lima tahun ke depan.
Sekilas Biodata Dedy Yon Supriyono
Lahir pada 14 Agustus 1980 lalu, dirinya telah berusia 44 tahun di tahun 2024 ini. Beliau sendiri lahir dari pasangan pengusaha Muhadi Setiabudi dan Atik Sri Subekti, yang diketahui sebagai pemilik Dedy Jaya Group.
Dedy menikah dengan dr. Hj. Roro Kusnabilla Erfa dan memiliki seorang buah hati. Bangku kuliah dihabiskannya di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang di Fakultas Ekonomi, dan dinyatakan lulus tahun 2005.
Berbekal ijazah ini, Dedy kemudian melanjutkan pendidikan ke program S2 Manajemen Universitas Islam Sultan Agung Semarang, yang berhasil diselesaikannya pada tahun 2010 lalu.
Untuk karir, dirinya mengawali dunia politik pada saat menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Brebes. Terus berlanjut, ia pernah terpilih menjadi pimpinan DPRD Brebes pada tahun 2009 lalu, dan melenggang ke kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Partai Demokrat kemudian mengusungnya sebagai Wali Kota Tegal di tahun 2018 lalu dan dipasangkan dengan Muhammad Jumadi. Dinyatakan terpilih, dirinya kembali maju sebagai petahana di pemilihan kepala daerah serentak 2024 ini.
Jatuh di Panggung saat Kampanye
Dirinya diketahui pingsan setelah mengenalkan pengurus partai yang mengusungnya. Selepas agenda tersebut, Dedy duduk bersama dengan juru kampanye yang hadir. Ia kemudian tidak sadarkan diri dalam posisi tertunduk dan kemudian muntah-muntah.
Dalam waktu singkat barisan pengawal yang turut hadir mengamankan acara membuat pagar betis untuk menutup Dedy dari pandangan orang-orang yang hadir. Ia kemudian dibawa ke RSUD Kardinah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, setelah sebelumnya berusaha disadarkan sekitar 30 menit.
Baca Juga: Sosok Istri Dedy Yon Supriyono, Calon Wali Kota Tegal yang Pingsan Saat Kampanye
Sang paman yang juga menjadi juru kampanye Dedy, Rokhmat Ardiyan, menyatakan bahwa keponakannya ini pingsan karena faktor kelelahan.
Dedy sendiri direncanakan tidak hadir pada agenda kampanye akbar tersebut karena belum mendapatkan istirahat yang cukup selama masa kampanye. Namun dirinya bersikeras untuk hadir dan menyapa seluruh pendukungnya.
Itu tadi sekilas tentang profil Dedy Yon Supriyono, calon wali kota Tegal yang pingsan di atas panggung saat hadir dalam acara kampanye akbarnya. Semoga berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Gara-gara Ikut Kampanye, ASN Pemkab Bogor Dilaporkan Bawaslu ke BKN RI
-
Sosok Istri Dedy Yon Supriyono, Calon Wali Kota Tegal yang Pingsan Saat Kampanye
-
Potret Kampanye Akbar Ridwan Kamil-Suswono di Lapangan Banteng
-
Profil Dedy Yon Supriyono, Wali Kota Tegal Dicibir Warganet Usai Viral Joget Bareng Biduan
-
Genit ke Ucie Sucita dan Ghea Youbi, Wali Kota Tegal Beri Pembelaan: Kita seperti Keluarga
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja