Suara.com - RS (13), seorang santri di Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an Hasyim Asyari kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan ditemukan tewas gantung diri.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 23 Oktober 2024 di sebuah kamar pondok pesantren. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka.
Kedua orang tua yang melihat kejanggalan kematian putra bungsunya itu kemudian membawa jasad korban untuk diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Dari hasil autopsi yang dilakukan tim Forensik Biddokes Polda Sulsel diketahui korban diduga mengalami tindakan kekerasan secara fisik dan seksual sebelum meninggal dunia.
Seperti terjadinya fraktur pada tulang leher, kepala bagian belakang membengkak, dan ada bekas kuku pada leher korban.
"Kami duga ada tanda-tanda kekerasan dugaan pelecehan seksual," ucap Dokter Forensik Biddokes Polda Sulsel, Denny Mathius, Senin, 25 November 2024.
Kasatreskrim Polres Bantaeng AKP Akhmad Marzuki membenarkan informasi tersebut. Ia bilang kasus ini sedang dalam penyelidikan.
"Sementara lidik. Untuk penyebabnya, belum bisa kami simpulkan apakah korban bunuh diri atau dibunuh," ucapnya saat dikonfirmasi.
Kata Marzuki, penyidik hingga kini belum menerima hasil autopsi dari RS Bhayangkara. Namun, sudah ada 8 orang pihak pondok pesantren yang diperiksa sebagai saksi.
Baca Juga: Bias Antara Keadilan dan Reputasi, Mahasiswi Lapor Dosen Cabul Dituduh Halusinasi
"Hingga kini kami sudah memeriksa 8 orang saksi, yaitu guru, pengasuh dan teman-teman korban. Namun keterangannya saling tunjuk. Sehingga kami mesti mengembangkan lagi," ucapnya.
Paman korban, Amiruddin yakin ponakannya tidak bunuh diri, tetapi kuat dugaan dibunuh.
Keyakinan itu didapat dari kakak korban yang menemukan ada kursi patah di lokasi kejadian.
Dari hasil autopsi pun ditemukan korban mengalami kekerasan fisik sebelum tewas.
"Jadi tidak mungkin (bunuh diri) karena anak ini penyabar. Tidak mungkin melakukan hal-hal begitu," ucapnya.
Pihak keluarga juga menyesalkan sikap pondok pesantren yang tidak bertanggungjawab dan seolah menghilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Komisi II DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua
-
Ketua Banggar DPR Bela Pencalonan Thomas Djiwandono: Ini Soal Kemampuan, Bukan Nepotisme
-
Jaga Independensi BI, Thomas Djiwandono Tunjukkan Surat Mundur Dari Gerindra
-
Geger! Anggota Komcad TNI Jual Senpi Ilegal SIG Sauer di Bali, Terbongkar Modusnya
-
7 Hal Penting Terkait Dicopotnya Dezi Setiapermana dari Jabatan Kajari Magetan
-
Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang
-
Diperiksa 8 Jam Soal Kasus Korupsi Haji, Eks Stafsus Menag Irit Bicara
-
Resmi! Komisi XI DPR RI Sepakati Keponakan Prabowo Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
-
Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas
-
Plot Twist Kasus Suami Lawan Jambret Jadi Tersangka: Sepakat Damai, Bentuknya Masih Abu-abu