- Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, mendorong percepatan pembangunan laboratorium digital berbasis AI dan Big Data di Politeknik STIA LAN Bandung.
- Penguatan infrastruktur digital tersebut ditargetkan meningkatkan literasi digital dosen dan mengintegrasikan AI ke kurikulum dalam dua tahun ke depan.
- Revitalisasi ini bertujuan menjadikan Politeknik STIA LAN Bandung sebagai pusat kebijakan publik kelas dunia dengan riset terapan minimal 30 per tahun.
Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, mendorong percepatan penguatan infrastruktur teknologi di Politeknik STIA LAN Bandung.
Fokus utama dari dorongan ini adalah pembangunan laboratorium digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Big Data guna mencetak aparatur negara yang siap menghadapi tantangan zaman.
Romy menyatakan, bahwa sebagai lembaga pendidikan kedinasan tertua, Politeknik STIA LAN Bandung harus melakukan lompatan teknologi.
Menurutnya, revitalisasi fasilitas digital adalah kunci utama agar institusi ini tetap menjadi "kawah candradimuka" yang relevan bagi ASN profesional di era transformasi.
“Revitalisasi fasilitas digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan baru 34,23% ASN melek digital secara nasional, Politeknik STIA LAN Bandung harus menjadi pionir teaching factory dan laboratorium berstandar SPBE,” kata Romy dalam keterangannya usai kunjungannya dikutip Jumat (13/3/2026).
Fokus pada AI dan Infrastruktur Masa Depan
Romy menekankan bahwa penguatan infrastruktur digital akan didorong melalui optimalisasi PNBP dan pengajuan anggaran Dikti.
Dana tersebut akan dialokasikan khusus untuk membangun laboratorium digital lengkap yang mengintegrasikan teknologi AI dan Big Data.
Targetnya tidak main-main; dalam dua tahun ke depan, 80 persen dosen diharapkan sudah tersertifikasi di bidang digital.
Baca Juga: 55 Ribu Guru Sudah Dilatih, Menteri Dikdasmen Umumkan Coding dan AI Akan Jadi Pelajaran Wajib
Selain itu, dalam Roadmap 2026–2029, institusi ini diwajibkan melakukan integrasi AI ke dalam seluruh program studi serta menerapkan sistem blended learning hingga 70 persen.
Selain infrastruktur fisik, Romy juga menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum berbasis data. Ia mendorong terciptanya Co-creation kurikulum yang mengacu pada tracer study real-time, agar riset yang dihasilkan institusi ini dapat dikonversi menjadi kebijakan nyata, minimal 30 riset per tahun untuk DPR dan pemerintah.
Guna memastikan visi ini tercapai, Romy menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan alokasi anggaran khusus di DPR RI.
Penguatan infrastruktur digital ini diharapkan mampu membawa Politeknik STIA LAN Bandung menjadi think tank kebijakan publik kelas dunia dengan target 15 mitra internasional pada 2029.
Langkah ini juga akan dibarengi dengan pengembangan modul wajib yang menjaga integritas digital, seperti sistem whistleblowing, anti-korupsi, dan netralitas politik sesuai UU ASN.
Romy meyakini bahwa penguasaan teknologi di lembaga pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama
-
Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran
-
Rismon Sianipar Mundur dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cium Aroma Kejanggalan
-
Yaqut Disebut 'Getok' Rp84 Juta Per Jemaah Haji Khusus
-
CCTV di Salemba Disisir, Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
H-8 Lebaran 2026: 45 Ribu Pemudik 'Serbu' Stasiun Jakarta, 721 Petugas Gabungan Siaga
-
3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran