Suara.com - Cara untuk terwujudnya gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina hanya satu menurut mantan sekretaris jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg.
Jens Stoltenberg menyarankan bahwa konsesi teritorial sementara kepada Rusia dapat membantu mewujudkan gencatan senjata dalam konflik Ukraina yang sedang berlangsung.
Dalam wawancara dengan media Jerman Table.Briefings yang diterbitkan pada Senin (2/11/2024), Stoltenberg menekankan negosiasi diplomatik dan kompromi dapat membuka jalan menuju perjanjian gencatan senjata.
"Kita memerlukan gencatan senjata, dan tentu saja idealnya ini (bagian Ukraina) harus mencakup semua wilayah yang saat ini berada di bawah kendali Rusia. Namun, kami melihat bahwa ini mungkin tidak dapat dicapai secara realistis dalam waktu dekat," kata Stoltenberg.
"Jika gencatan senjata berarti bahwa Rusia terus mengendalikan semua wilayah yang diduduki, ini tidak berarti bahwa Ukraina harus menyerahkan wilayah itu selamanya," tambah politisi berpengalaman itu.
Stoltenberg menekankan pentingnya memberikan jaminan keamanan kepada Kiev sebagai imbalan atas pertimbangan teritorial apa pun sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata.
Sementara keanggotaan NATO tetap menjadi pilihan, dia mengatakan "ada juga cara lain untuk mempersenjatai dan mendukung Ukraina."
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pekan lalu, kesepakatan gencatan senjata dapat dicapai jika wilayah Ukraina di bawah kendali Kiev ditempatkan "di bawah payung NATO," dalam upaya untuk menghentikan perang secara terbuka.
Upaya internasional telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir untuk mencapai gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia dan memulai pembicaraan diplomatik untuk menyelesaikan konflik.
Baca Juga: Suriah Memanas: Pasukan Rusia Kocar-kacir, Pangkalan Ditinggalkan, Komandan Dipecat
Kemenangan pemilihan Donald Trump telah menimbulkan harapan bahwa pemerintahan AS berikutnya akan lebih menyukai solusi diplomatik daripada bantuan militer, meskipun masih ada pertanyaan tentang sifat kompromi potensial dalam negosiasi di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Siap-siap! Kejagung Bidik Mantan Bos BUMN Akal-akalan Usai Warning Keras Prabowo
-
Wamensos Salurkan Santunan Duka Korban Longsor Cisarua
-
Gegap Gempita Jakarta Sambut Imlek: Ada 'Kuda Raksasa' hingga Festival Barongsai di Sudirman-Thamrin
-
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?
-
Terjerat Utang Judi Online, Pria di Boyolali Rampok Tetangga dan Bunuh Bocah 6 Tahun
-
Kartu BPJS Kesehatan PBI Tiba-tiba Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Mudah Mengaktifkannya Kembali
-
Mahkamah Agung Konfirmasi Penangkapan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT KPK
-
Sabu 1,04 Kg Gagal Edar di Kemayoran, Polda Metro Tangkap Sosok Perempuan Ini di Pinggir Jalan!
-
7 Fakta OTT KPK di Bea Cukai, Bos PT Blueray Jadi Buronan KPK!
-
7 Fakta Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin yang Menjerat Mulyono