Suara.com - Giat melestarikan dan mendorong para pelaku ekonomi kreatif terus dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Berawal dari Gempa pada tahun 2006, Dompet Dhuafa Yogyakarta mengumpulkan dan mengajak 50 pembatik dengan memberikan bahan-bahan untuk membatik sampai pelatihan membatik, juga organisasi.
Lalu, para anggota juga mendirikan kembali kelompok-kelompok lain. Dengan kata lain, Batik Berkah Lestari menjadi pelopor kelompok-kelompok batik lain. Dompet Dhuafa memberikan bantuan selama 2 tahun lalu setelahnya masih terus dibina.
Nani Nurhayati Lestari, Pembina dan Pengurus Kelompok Batik Berkah Lestari mengatakan hingga tahun ini industri Batik di wilayah Imogiri, Bantul, Yogyakarta bertahap terus terangkat ke pasar masyarakat baik lokal maupun mancanegara.
Nani menceritakan rasa keluh kesahnya dalam mendorong (Usahan Mikro Kecil dan Menengah) berbasis batik ini adalah rentannya generasi muda yang dapat meneruskan giat membatik ini. Para generasi muda lebih banyak berkecimpung di dunia industri mengingat keuntungan yang lebih besar daripada membatik dan memasarkannya.
Sehingga saat ini para pembatik lebih banyak para ibu-ibu yang memiliki waktu luang. Tidak banyak dari mereka usia-usia masih muda, mayoritas mereka sudah lanjut usia. Sehingga kami mencoba mengelola waktu dan produksi batik yang tidak terlalu banyak. Mengingat tenaga mereka masih terbatas. Kunci dalam membatik harus telaten, sabar dan tekun sehingga akan menghasilkan satu batik yang bagus.
Nani dan para pembatik Imogiri, berharap adanya peran generasi muda dalam upaya meneruskan Batik Imogiri di Bantul, Yogyakarta. Untuk segi pemasaran Nani dan Kelompok Batik Berkah Lestari mengoptimalkan sosial media, dengan kepiwaian dalam menggunakan gawai, Nani mencoba meramu pemasaran melalui kanal-kanal sosial media. Untuk galeri kami terdapat di Karangkulon RT 02, Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta 55782. Sementara untuk Sosial media Batik Berkah Lestari.
“Alhamdulillah untuk pesanan dari beberapa negara cukup banyak, misalnya Jepang, Australia, Belanda hingga Amerika. Semua pemesanan dilakukan melalui kanal sosial media. Banyak dari mereka meminta karakter karakter khusus sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kami selesaikan,” ujar Nani, Selasa, (3/12/2024).
Sementara Bambang Edi Prasetyo selaku Manajer Program Dompet Dhuafa Yogyakarta mengatakan, secara garis besar kelompok Batik Berkah Lestari merupakan wujud transparansi pihaknya dalam pengelolaan dana Zakat, Infak dan Sedekah.
"Kami berharap Batik Berkah Lestari dapat merangkul generasi muda untuk melestarikan sekaligus mengembangkan batik Imogiri menjadi pemberdayaan ekonomi yang tangguh," ucapnya.
Baca Juga: Go Internasional UMKM Ini Bantu Perekonomian Daerah Desa Brajan
Di sisi lain, Pendopo Batik Berkah Lestari kedatangan mahasiswa dari Australia yang kebetulan sedang menjalani program pertukaran pelajar dari Universitas Negeri ternama di Yogyakarta. Kehadiran Mahasiswa Australia untuk mendorong pemasaran batik Indonesia di negaranya.
Jhon salah satu mahasiswa mengatakan, ia mendapat rujukan dari pihak kampus dalam upaya pelestarian dan pengembangan batik di wilayah Yogyakarta.
"Salah satunya Batik Imogiri ini. Saya mencoba mengenalkan Batik Imogiri ini melalui Tik Tok, berharap warga Australia begitu antensi terhadap batik Indonesia salah satunya yang berasal dari Imogiri, Yogyakarta," terangnya.
Berita Terkait
-
UMKM Go Global: BRI Dukung Penuh Lewat EXPO(RT) 2025 di JCC!
-
Mimpi Petani Muda Jogja: Lestarinya Pertanian Organik dan Berkelanjutan
-
Pengembangan dan Dukungan Transaksi Digital BRI Dukung UMKM Desa Nepo Makin Bersinar
-
Cara dan Syarat Ikut BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Segera Daftar Sekarang!
-
Runtuhkan Stigma! Komunitas Tari Inklusi Nalitari Berikan Ruang Kreativitas Tanpa Batas
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli