Suara.com - Pelaksanaan pemilu dapat berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat rupanya hanya terjadi di Indonesia. Pakar ekonomi dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan bahwa di negara demokrasi lainnya, pemilu tidak berarti apa-apa terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Di negara lain namanya Pilpres dan Pemilu yah orang keluar dari kantor satu jam, vote, pulang, kerja lagi. Itu di Amerika dan banyak negara demokrasi lain. Tapi di Indonesia ini merupakan sesuatu pesta besar yang mahal sehingga dampak ekonominya luar biasa," kata Wijayanto saat acara orasi kebangsaan di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Dia memaparkan bahwa pelaksanaan Pileg dan Pilpres telah menimbulkan dampak luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun 2024 yang lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal II ketika momen Idul Fitri.
"Kalau kami perkirakan event Pileg, Pilpres ini barangkali ada sekitar Rp140 triliun uang yang digelontorkan," ujar Wijayanto.
Kondisi itu sebenarnya bisa jadi baik untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, lanjut Wijayanto, hal itu juga mengindikasikan kalau demokrasi Indonesia sangat mahal. Dampak dari demokrasi yang mahal itu juga bisa jadi terujung terhadap ekonomi yang mahal.
Bahkan, Pilpres dan Pileg di Indonesia disebut juga menjadi contoh dari money laundry atau pencucian uang terbesar di dunia.
"Ada begitu banyak dana tak jelas asalnya, makanya transfer tak dilakukan tapi cash, dari tangan ke tangan diterima masyarakat. Lalu dibelanjakan masyarakat dari sesuatu yang haram menjadi sesuatu yang halal menjadi bagian dari sistem ekonomi," jelasnya.
Tingginya biaya demokrasi tersebut tentunya dibiayai oleh insvestor politik yang mungkin saja mereka mengharapkan adanya timbal balik dalam bentuk kebijakan yang menguntungkan bagi kelompok mereka.
"Makanya sering kali di era akhir ini banyak sekali hal aneh. Tiba-tiba ada PSN (proyek strategis nasional) ini, PSN itu. Tiba-tiba ada sektor tertentu yang dapat pajak 0 persen selama 20 tahun, padahal marginnya tebal," ujar Wijayanto.
Berita Terkait
-
Sebut 1,4 Juta DPT di Jaktim Tak Terima Undangan Nyoblos Pilkada, Kubu RK-Suswono: Banyak Pemilih RIDO
-
Aibnya sampai Dibahas Pejabat Malaysia, PM Anwar Ibrahim Pertanyakan Akhlak Gus Miftah
-
Geram! Joko Anwar Desak Gus Miftah Dipecat dari Utusan Khusus Prabowo: Kalau Tidak, Nilai Kemanusiaan Makin Nyungsep
-
Timses RIDO Desak Jazilul PKB Disanksi Gegara Sebut RK-Suswono Tak Laku: Kader Tak Tertib Harus Dihukum!
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Potret Tel Aviv Luluh Lantak Dihujani Rudal Iran, Eks Tentara Israel: Netanyahu Penjahat!
-
Kutip Doa Syekh Mesir, Ini Pesan Mendalam Quraish Shihab untuk Presiden Prabowo di Nuzulul Qur'an
-
Iran Tolak Tawaran Dialog Trump: Selama Ramadan Kami Tak Berbicara dengan Setan
-
Iran Ancam Bunuh Donald Trump: Kini Kamu Harus Hati-hati!
-
Guru SLB di Yogyakarta Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi Disabilitas
-
PAN Copot Fikri Thobari dari Jabatan Partai Usai Terjaring OTT KPK
-
Iran Tetap Teguh di Jalur Wilayat al-Faqih Meski Digempur Serangan AS - Israel karena Ini
-
Cek Fakta: Benarkah Insinyur India Ditangkap di Bahrain karena Jadi Mata-mata Mossad?
-
Pejabat hingga Ulama Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana, Quraish Shihab Beri Tausiah!
-
Putra Menkeu Israel Nyaris Tewas! Serpihan Mortir Hizbullah Tembus Perut