Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Megawati Soekarnoputri mendukung tersangka kasus judi online merupakan fitnah dan upaya manipulasi opini publik.
Pernyataan ini muncul setelah sebuah unggahan viral di media sosial Facebook mengklaim bahwa Megawati membekingi Alwin Jabarti Kiemas, yang dituduh terlibat dalam kasus tersebut.
Akun Facebook “Pusing Sama Dunia” mengunggah video yang memuat narasi kontroversial:
“The Real PERINGATAN DARURAT Sangat-sangat MIRIS! Ternyata kasus Judi Online beckingannya adalah MEGAWATI, seorang Mantan Presiden.”
Video tersebut, yang telah disukai oleh lebih dari 275 akun dan dibagikan hampir 20 kali, menampilkan potongan narasi yang menyatakan bahwa Alwin Jabar Kiemas adalah keponakan Megawati dan tersangka kasus judi online. Namun, klaim ini segera dibantah oleh PDIP.
Pemeriksaan Fakta Mafindo: Konten Menyesatkan
Berdasarkan pemberitaan dari Suara.com dan Tempo.co, Alwin Jabarti Kiemas memang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Namun, tidak ada bukti bahwa Alwin memiliki hubungan keluarga dengan Megawati Soekarnoputri.
Ketua DPP PDIP Bidang Hukum Nasional, Ronny Talapessy, menegaskan bahwa klaim tersebut adalah fitnah yang ditujukan untuk mencemarkan nama baik partai dan Megawati.
“Yang bersangkutan bukan keluarga dan juga bukan kader PDI Perjuangan,” kata Ronny, Senin (25/11/2024).
Kesimpulan
Informasi yang menyebut bahwa Megawati membekingi keponakannya yang terlibat dalam kasus judi online adalah misleading content atau konten menyesatkan. Klaim tersebut tidak didukung oleh bukti dan telah dibantah secara resmi oleh PDIP.
Baca Juga: Cek Fakta: Pemuda Pengangguran Sukses Berkat Main Judi Slot
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial, terutama menjelang Pemilu, di mana disinformasi dan fitnah cenderung meningkat.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Pemuda Pengangguran Sukses Berkat Main Judi Slot
-
Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Isu Dipecat PDIP
-
Disebut Bisa jadi Ketum Golkar usai Dibuang PDIP, Nasib Jokowi Ditentukan Bahlil?
-
BNI Blokir Ribuan Rekening Judi Online, Total Saldo Tembus Rp18 M
-
PDIP Dinilai Sengaja Umumkan Pemecatan Jokowi Sekeluarga Setelah Pilkada Selesai Demi Amankan Suara
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini
-
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, DPR Syok dan Desak Konsolidasi Internal
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya