Dari kurikulum pengembangan kepemimpinan TELADAN, maka akan lahirlah sembilan karakter pemimpin masa depan TELADAN dalam diri para Tanoto scholars. Kesembilan karakter ini meliputi mawas diri (self-awareness), gigih (driven), integritas (integrity), pembelajar sepanjang hayat (continuous learning), teguh dan tekun (grit), peduli sesama (care of others), memberdayakan orang lain (empower others), inovatif (innovative), dan semangat wirausaha (enterpreneurial spirit). Capaian nilai-nilai karakteristik inilah yang membedakan beasiswa TELADAN dengan model beasiswa lainnya.
Untuk menjadi Tanoto scholars tidaklah sulit. Tanoto Foundation membuka peluang untuk semua mahasiswa aktif semester satu di sepuluh perguruan tinggi mitra Tanoto. Selain itu, pelamar d/minta menunjukkan prestasi akademik dengan nilai rata-rata rapor kelas XII SMA/SMK/MA adalah 8 dari skala 10) dan prestasi non-akademik seperti pengalaman organisasi kesiswaan, komunitas sosial atau terkait lainnya. Pelamar juga diminta menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat serta komitmen untuk berkontribusi pada masyarakat. Mahasiswa penyandang disabilitas juga dipersilakan mendaftar program beasiswa ini.
"Kami terbuka untuk siapa saja, berbagai latar belakang termasuk disabilitas," ujar Michael.
Sampai saat ini program TELADAN belum memiliki program khusus untuk memfasilitasi Tanoto scholars disabilitas. Semua penerima beasiswa akan mendapatkan fasilitas yang sama dan memiliki peluang serta kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri. Meski demikian, Tanoto Foundation tidak berdiam diri, mereka aktif melakukan koordinasi dengan bagian kemahasiswaan untuk bisa mengakomodasi kebutuhan Tanoto scholar disabilitas.
Michael mengakui, dampak dari beasiswa TELADAN untuk mahasiswa disabilitas belum bisa dilihat karena program TELADAN baru dimulai tahun 2019. Namun, ia melihat potensi yang luar biasa dari para Tanoto scholars disabilitas yang menjalani pengembangan kepemimpinan.
"Mereka (Tanoto scholars disabilitas) luar biasa. Ternyata dengan diberikan kesempatan yang sama (dengan non-disabilitas), mereka memiliki kompetensi dan bisa berkembang," ujar Michael.
Selain memberikan beasiswa TELADAN untuk mahasiswa di perguruan tinggi, Tanoto Foundation juga memfasilitasi pendidikan berkualitas untuk anak usia dini mulai dari usia nol sampai enam tahun lewat program SIGAP dan pendidikan dasar untuk anak usia enam sampai 18 tahun serta membantu meningkatkan kualitas guru melalui program PINTAR.
Cetak Orang Muda dengan Prestasi Gemilang
Egi Erlangga, mahasiswa semester akhir Ilmu Komputer di Universitas Riau, adalah bukti nyata bahwa program TELADAN memberikan kesempatan bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Keterbatasan ekonomi yang ia hadapi tidak menghalanginya untuk bermimpi besar. Bagi Egi, beasiswa dari Tanoto Foundation adalah lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi pintu menuju perubahan hidup yang ia dambakan.
“Beasiswa itu nggak melulu soal uang. Di Tanoto, yang paling berdampak buat aku bukan cuma free tuition, tapi program-program pengembangannya. Kalau nggak ada pelatihan dari Tanoto, mungkin aku masih jadi orang ‘buta’ yang nggak ngerti diriku sendiri, apalagi apa yang mau aku capai,” kata Egi.
Program TELADAN bukan hanya membantu Egi dari sisi akademik, tetapi juga membawanya melampaui batas-batas yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan. Berkat program ini, Egi mendapatkan pengalaman luar biasa, untuk pertama kalinya ia bisa menginjakkan kaki di Pulau Jawa, bertemu dengan para Tanoto scholars berprestasi dari penjuru negeri. Tidak hanya itu, ia juga terpilih mewakili Indonesia dalam forum Asia-Europe Young Leaders Summit 2024 di Budapest, Hungaria.
Dukungan pelatihan yang holistik dari beasiswa TELADAN mampu melahirkan bakat baru maupun mempertajam kemampuan para Tanoto scholars. Hal inilah yang dirasakan oleh Hans Mangatur Pakpahan, mahasiswa Akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mendapatkan Global Experience Program ke Mahidol University, Thailand. Ia sangat bersyukur bisa lolos menjadi penerima beasiswa TELADAN dan mendapatkan berbagai program pengembangan diri. Menurutnya, beasiswa dari Tanoto Foundation sangat inklusif karena Tanoto memberikan akses kesetaraan pendidikan untuk setiap anak tanpa memandang latar belakang dan kemampuan fisiknya.
Selama berkuliah, ia mendapatkan banyak dukungan dari Tanoto Foundation untuk mengembangkan potensi diri, belajar memimpin diri sendiri dan orang lain hingga mempersiapkan jenjang karier sejak dini. Peningkatan kapasitas diri ini membuat Hans mampu meraih lebih dari tujuh penghargaan bidang akuntansi di tingkat nasional dan internasional selama mengenyam pendidikan tinggi.
“TELADAN benar-benar dirancang agar penerimanya dapat menjadi pemimpin di masa depan yang kompeten, berintegritas dan dapat bersaing di berbagai sektor pekerjaan,” ujar Hans kepada Suara.com.
Prestasi membanggakan juga diukir oleh Rafael David Santoso, mahasiswa penerima beasiswa TELADAN dari jurusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini ia sedang menjalani perkuliahan di University of Siena, Italia setelah lolos program pertukaran mahasiswa ke luar negeri Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024.
Rafael mengatakan, selama menjadi penerima beasiswa ia tidak hanya mendapatkan materi kepemimpinan saja, melainkan juga pembinaan intensif oleh psikolog spesialis untuk memantau perkembangan dirinya. Ia mendapatkan materi komprehensif dan diajak mengikuti diskusi interaktif setiap bulannya untuk menstimulus soft skill yang dimilikinya. Melalui lingkaran pengembangan TELADAN Tanoto Scholars Gathering Rafael bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi berprestasi di seluruh Indonesia sehingga bisa saling menjalin relasi dan bertumbuh bersama.
Berita Terkait
-
Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS
-
Apakah SNBP Itu Beasiswa? Cek Penjelasan Lengkapnya Supaya Tidak Kaget
-
Apakah Lolos SNBP Tetap Bayar Uang Semester atau Dapat Beasiswa Full?
-
2 Cara Cek NISN Online untuk Pencairan PIP dan Validasi Data Siswa
-
Kemdiktisaintek Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa KIP Kuliah Jalur SNBT 2026
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan
-
Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas
-
Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta
-
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun
-
Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban
-
Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator
-
Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun
-
Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran
-
Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar
-
DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen