Suara.com - Greenpeace Indonesia tak yakin kasus kekerasan terhadap masyarakat sipil, khususnya ketika terjadi konflik yang berkaitan dengan program pemerintah bisa menurun. Bahkan, perseteruan antara sipil dengan aparat akan semakin marak di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Koordinator Pokja Politik Greenpeace Indonesia, Khalisah Khalid, meyakini campur tangan aparat militer dalam urusan sipil akan semakin marak dalam lima tahun ke depan. Ia menganggap hal ini sebagai kemunduran dalam urusan pertahanan Indonesia.
"Kita khawatir akan kembalinya kekuatan militer di ranah sipil. Apa hubungannya urusan pangan diserahkan ke Kementerian Pertahanan? Dan kita melihat banyak di ruang-ruang sipil itu kemudian masuk militer, peran-peran militer di sana. Ini akan semakin menguatkan," ujar Khalisah dalam diskusi di Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2024).
Berbagai proyek strategis nasional (PSN) juga disebutnya akan dikawal oleh militer. Hal ini semakin diperkuat dengan latar belakang Prabowo yang merupakan purnawirawan TNI.
"Jadi bayangkan akan kembalinya kekuatan militer pada pemerintahan yang akan datang. Karena kita tahu background presiden, ya backgroundnya adalah militer. Ini sebenarnya menjadi sekaligus, mungkin kita bisa mengatakan reformasi di sektor keamanan kita mundur," ucapnya.
Pada pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah disebut memiliki banyak target ambisius dalam program-programnya. Karena itu, dengan pendekatan militer yang kuat, maka pengerjaannya diyakini akan semakin ugal-ugalan.
Konflik dengan masyarakat tani, agraria, dan maritim ditambah kawalan dari aktivis dan pengacara akan semakin sering terjadi.
"Berdasarkan pendekatan kekerasan dan pendekatan keamanan untuk bisa menfapai target-target yang ambisius tadi. Ini kita prediksikan, dengan langkah pendekatan yang akan dilakukan, kekerasan akan semakin meningkat," ungkapnya.
"Pengacara-pengacara lingkungan dan HAM akan semakin sibuk karena harus mengadvokasi berbagai kasus kekerasan dan kriminalisasi karena memang pendekatannya," tambahnya memungkasi.
Baca Juga: Cek Fakta: Prabowo Telepon Penjual Es Teh dan Minta Maaf, Benarkah?
Berita Terkait
-
Kekeliruan Prabowo yang Bakal Mengampuni Koruptor Jika Mengembalikan Uang Negara
-
Gerindra Jelaskan Maksud Prabowo Mau Maafkan Koruptor: Jangan Dipelintir!
-
Warga Sipil Kirim Petisi, Desak Prabowo Batalkan PPN 12 Persen: Jangan Pakai Diksi Barang Mewah, Batalin Semua!
-
Datang Langsung ke Mesir, Prabowo Beri Pesan Penting Untuk Mahasiswa Hingga Banggakan Gus Dur
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo