Suara.com - Sepanjang Tahun 2024, Presiden Prabowo Subianto menjadi tokoh paling populer di media sosial. Berdasarkan riset yang dilakukan Indonesia Indicator (I2) tercatat ada 541.668.056 tanggapan di berbagai platform media sosial untuk Prabowo
Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang mengemukakan bahwa Prabowo Subianto memiliki daya tarik bagi netizen di lima platform media sosial, yakni Instagram, Twitter (X), Facebook, TikTok, Youtube dengan karakter yang berbeda satu dengan lainnya.
"Di platform X, Prabowo mendapat jumlah postingan tertinggi, dengan sentimen negatif sebesar 38 persen," katanya seperti dilansir Antara, Rabu (1/1/2025).
Rustika melanjutkan, tanggapan tertinggi berasal dari platform TikTok dengan sentimen negatif hanya 15 persen.
Tingginya tanggapan positif di TikTok, menurut Rustika, lantaran netizen lebih merespons pribadi Prabowo yang tangguh, menarik, mandiri, dan terkesan dizalimi terutama pada saat pilpres.
Selain di TikTok, Prabowo juga mendapat apresiasi dan dukungan besar melalui postingan di Instagram, yang banyak diunggah oleh influencer besar Indonesia, seperti Raffi Ahmad/ Nagita.
"Sementara itu, konten dengan emosi 'joy' seperti berbagai momen viral 'Dance Gemoy' atau karakter Si Gemoy berhasil mencuri perhatian publik dan meningkatkan keterlibatan positif," kata Rustika.
Dalam riset yang dilakukan menggunakan sistem Intelligence Socio Analytic (ISA) ini juga mencatatkan Gibran Rakabuming pada posisi kedua dengan 239.333.797 tanggapan.
Gibran banyak mencuri perhatian pada saat masa kampanye, kemudian momen kedekatan dengan Prabowo, dan isu saat debat cawapres yang sempat kontroversial.
Baca Juga: Ketemu Prabowo Saat Ikut Perayaan Malam Tahun Baru di Bundaran HI, Warga: Nggak Nyangka
"Secara jumlah unggahan di media sosial, Gibran banyak dibincangkan di plaftorm X, dengan sentimen negatif sekitar 39 persen," ujarnya.
Namun postingan bernada negatif di platform X tidak banyak mendapat banyak tanggapan netizen dibandingkan dengan postingan di platform TikTok dan Instagram.
Bahkan selama setahun terakhir, tanggapan negatif yang ditujukan pada Gibran hanya sekitar 17 persen. Emosi trust mendominasi, dipicu oleh euforia kemenangan dan dukungan netizen terhadap perannya sebagai calon wakil presiden.
Kemudian pada urutan ketiga, ada nama Joko Widodo atau Jokowi yang pada tahun lalu menempati posisi pertama Tokoh Terpopuler di media sosial. Presiden ke-7 Indonesia tersebut kini menempati peringkat ketiga dengan 226.800.845 tanggapan.
Jokowi juga paling banyak dibincangkan di platform X, dengan tone negatif hingga 21 persen.
"Namun demikian, Jokowi lebih banyak direspons dan mendapat atensi di TikTok dan Instagram melalui influencer yang meng-highlight kegiatan positifnya," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang