Suara.com - Masuknya nama Joko Widodo dalam daftar nama tokoh paling korup di dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Salah satu organisasi relawan pendukung Presiden ke-7 RI itu, Jokowi Mania (JoMan) menegaskan bahwa hal tersebut patut dicurigai sebagai proksi atau perang tidak langsung yang bukan hanya menyerang mantan Gubernur Jakarta saja, tapi Indonesia.
Bahkan, kredibilitas OCCRP juga patut dipertanyakan lebih lanjut.
“Kredibilitas dan netralitas tim penilai OCCRP sangat meragukan, terbukti dari hasil penilaian mereka yang ngawur. Apa yang dikorupsi Jokowi?" kata Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer kepada Suara.com, Rabu (1/1/2025).
Noel, sapaan Immanuel Ebenezer, menyatakan sudah sepatutnya hal tersebut dicurigai sebagai proksi pihak tertentu untuk menyudutkan Jokowi.
Tak Bisa Dianggap Remeh
“Ketika ada pihak yang berusaha menyerang Indonesia dengan memojokkan mantan pemimpin nasional, kita harus bersatu melawan. Ini soal martabat kita sebagai bangsa. Jadi masalah ini tak bisa dianggap remeh,” katanya.
Sebelumnya, ia mengemukakan dalam rilis yang disiarkan Selasa (31/12/2024), OCCRP merilis enam tokoh dunia sebagai finalis pemimpin paling korup dunia. Kontestasi itu dimenangkan Presiden Suriah Bashar Al Assad.
“Mereka menyebut Presiden Suriah Bashar Al Assad yang sudah kabur ke Rusia menjadi pemenang, mungkin ada kaitan dengan gejolak di Suriah sekarang,” katanya.
Baca Juga: Jokowi Dinobatkan Jadi Tokoh Terkorup 2024, Rocky Gerung: Sejarah Memalukan
Lebih lanjut, ia mengatakan,bahwa perkembangan di Indonesia belakangan ini, persoalan penegakan hukum sengaja dipersepsikan pihak tertentu sebagai serangan secara politik dan pantas dicermati bisa merambat ke soal lain.
“Maka kalau OCCRP memang netral dan imparsial (tidak memihak), jelaskan kriteria dan fakta mana yang dimasukkan dalam kriteria tersebut. Jangan menarik asumsi tanpa data dan fakta yang jelas. Jangan pula hanya berdasarkan persepsi yang tidak faktual,” katanya.
Noel mengaku mencurigai hasil penilaian OCCRP, karena ada yang mengatakan, OCCRP menarik kesimpulan berdasarkan nomisasi/voting dari pembaca hingga jurnalis dunia.
Penentuan finalis tergantung masukan publik, pembaca, jurnalis, dan pihak lain relasi OCCRP.
“Jumlah pembaca dan pilihan/nominasi oleh pembaca, bisa diarahkan. Link untuk voting pembaca, bisa disebar melalui grup-grup whatsapp atau media sosial. Jadi hasilnya bisa diarahkan. Maka kita pantas curiga,” katanya.
Sebelumnya, OCCRP baru saja merilis sejumlah nama tokoh dunia yang dianggap paling korup. Tak hanya korup, nama-nama tersebut juga dinilai melakukan kejahatan yang terorganisir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733