News / Internasional
Rabu, 01 Januari 2025 | 17:06 WIB
Jeju Air (x.com)

Para pejabat menyatakan bahwa jenazah mengalami kerusakan yang sangat parah akibat kecelakaan, sehingga proses identifikasi menjadi lambat dan sangat sulit.

Meski begitu, presiden sementara Korea Selatan, Choi Sang-mok, menyatakan bahwa proses identifikasi telah selesai dan lebih banyak jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman.

"Para penyelidik kami, bersama Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan pabrikan, sedang melakukan investigasi bersama untuk menemukan penyebab kecelakaan ini," kata Choi dalam pertemuan tanggap bencana.

"Analisis dan tinjauan komprehensif terhadap struktur pesawat dan data kotak hitam akan mengungkap penyebab kecelakaan ini," katanya.

Penyelidik AS tiba pada hari Senin dan langsung menuju Muan untuk penyelidikan awal yang fokus pada sistem navigasi yang dikenal sebagai localizer yang membantu dalam pendaratan pesawat.

Localizer, yang dipasang di struktur beton di Bandara Internasional Muan, telah disalahkan sebagai faktor yang memperparah kecelakaan pesawat Jeju Air.

Pesawat tersebut membawa sebagian besar wisatawan yang kembali dari liburan akhir tahun di Bangkok, dengan semua penumpang berkewarganegaraan Korea kecuali dua orang Thailand.

Penjelasan lebih lengkap tentang apa yang terjadi di saat-saat terakhir penerbangan diharapkan akan muncul setelah otoritas menganalisis kotak hitam.

Altar peringatan bagi para korban telah didirikan di berbagai tempat di seluruh negeri, termasuk di Seoul dan bandara Muan.

Baca Juga: Red Sparks Hajar IBK Altos, Pelatih Tak Pilih Megawati Jadi MVP, Kenapa?

Load More