Para pejabat menyatakan bahwa jenazah mengalami kerusakan yang sangat parah akibat kecelakaan, sehingga proses identifikasi menjadi lambat dan sangat sulit.
Meski begitu, presiden sementara Korea Selatan, Choi Sang-mok, menyatakan bahwa proses identifikasi telah selesai dan lebih banyak jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman.
"Para penyelidik kami, bersama Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan pabrikan, sedang melakukan investigasi bersama untuk menemukan penyebab kecelakaan ini," kata Choi dalam pertemuan tanggap bencana.
"Analisis dan tinjauan komprehensif terhadap struktur pesawat dan data kotak hitam akan mengungkap penyebab kecelakaan ini," katanya.
Penyelidik AS tiba pada hari Senin dan langsung menuju Muan untuk penyelidikan awal yang fokus pada sistem navigasi yang dikenal sebagai localizer yang membantu dalam pendaratan pesawat.
Localizer, yang dipasang di struktur beton di Bandara Internasional Muan, telah disalahkan sebagai faktor yang memperparah kecelakaan pesawat Jeju Air.
Pesawat tersebut membawa sebagian besar wisatawan yang kembali dari liburan akhir tahun di Bangkok, dengan semua penumpang berkewarganegaraan Korea kecuali dua orang Thailand.
Penjelasan lebih lengkap tentang apa yang terjadi di saat-saat terakhir penerbangan diharapkan akan muncul setelah otoritas menganalisis kotak hitam.
Altar peringatan bagi para korban telah didirikan di berbagai tempat di seluruh negeri, termasuk di Seoul dan bandara Muan.
Baca Juga: Red Sparks Hajar IBK Altos, Pelatih Tak Pilih Megawati Jadi MVP, Kenapa?
Berita Terkait
-
Red Sparks Hajar IBK Altos, Pelatih Tak Pilih Megawati Jadi MVP, Kenapa?
-
NewJeans Tunjukkan Duka di Tengah Tragedi Jeju Air di Japan Record Awards
-
Bukan Oplas, Audi Marissa Habiskan Rp42 Juta Jalani Perawatan Ini di Korea Selatan
-
Wajib Pesan! Ini Tempat Duduk Paling Aman di Pesawat Menurut Para Ahli
-
Abbas: Carter Presiden AS Pertama Akui Hak Palestina untuk Menentukan Nasib Sendiri
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar