Perintah darurat militer, yang menurut Yoon Suk Yeol ditujukan untuk melenyapkan "elemen anti-negara", hanya berlangsung beberapa jam. Pasukan bersenjata menyerbu gedung majelis nasional, memanjat pagar, memecahkan jendela, dan mendarat dengan helikopter, tetapi presiden dengan cepat dipaksa untuk berbalik arah setelah anggota parlemen bergegas ke parlemen untuk menolaknya.
Ia kemudian dilucuti dari tugas kepresidenannya oleh parlemen dan sekarang menghadapi tuntutan pidana pemberontakan.
Yoon Suk Yeol sejak itu menolak panggilan untuk diinterogasi tiga kali dan menegaskan kembali klaim bahwa oposisi bersekongkol dengan musuh komunis Korea Selatan.
Para pendukung telah berlomba-lomba ke Seoul untuk mendukungnya setelah penolakannya, memuntahkan kebencian terhadap polisi dan melambaikan plakat anti-pemakzulan.Mahkamah Konstitusi akan memutuskan apakah akan menegakkan pemakzulannya.
Kekacauan semakin dalam akhir minggu lalu ketika penggantinya, Han Duck-soo, juga dimakzulkan oleh parlemen karena gagal menandatangani undang-undang untuk penyelidikan terhadap pendahulunya.
Menteri Keuangan Choi Sang-mok telah dilantik sebagai penjabat presiden dan berjanji untuk melakukan semua yang dia bisa untuk mengakhiri pergolakan politik.
Sejak itu ia memutuskan untuk menunjuk dua hakim baru ke mahkamah konstitusi, tuntutan utama oposisi, tetapi dikritik oleh staf Yoon Suk Yeol karena melampaui kewenangannya.
Berita Terkait
-
Surat Perintah Penangkapan Yoon Suk Yeol
-
Menanti Film Dark Nuns, Horor Korea dengan Sentuhan Eksorsisme
-
Gerebek Kantor Maskapai dan Bandara, Polisi Korsel Usut Tuntas Kecelakaan Jeju Air
-
Belajar Empati dan Perjuangan Lewat Kisah Bocah yang Tak Bisa Membaca
-
Rekaman Suara Kokpit Jeju Air Berhasil Diamankan, Ungkap Detik-Detik Terakhir?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan