Suara.com - Anak berkebutuhan khusus (ABK) masih belum jadi perhatian dalam penyediaan makan bergizi gratis (MBG).
Seperti kejadian yang ada di TK Al Azhar, Tulungagung, Jawa Timur, di mana ada 20 siswa ABK yang tidak bisa mendapatkan MBG karena harus menjalani diet tertentu.
"Anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan gizi yang spesifik. Beberapa anak mungkin memiliki alergi, intoleransi makanan, atau kondisi medis tertentu seperti autisme, ADHD, atau celiac disease yang membutuhkan diet bebas gluten, tidak mengandung tepung," jelas Ahli gizi Mochammad Rizal saat dihubungi Suara.com Rabu (8/1/2025).
Menurut Rizal, menu MBG juga perlu dibuat inklusif bagi para siswa ABK. Sehingga beberapa langkah strategis perlu diterapkan.
Ia menyebutkan, pemetaan kebutuhan gizi anak menjadi kunci utama agar MBG bisa diterima setiap anak dengan kondisi apa pun.
"Sebelum program dimulai, penting untuk melakukan survei atau asesmen kebutuhan gizi setiap siswa, terutama anak berkebutuhan khusus. Data ini menjadi dasar dalam merancang menu," kata Rizal.
Pengadaan menu khusus juga penting. Misalnya, dapur yang menyediakan makanan perlu memastikan ketersediaan menu bebas gluten, bebas susu, atau rendah gula untuk anak-anak dengan kebutuhan diet tertentu.
Rizal menambahkan, kolaborasi multidisiplin antara ahli gizi, guru, dan orang tua sangat membantu keberhasilan program.
Guru dan orang tua dapat memberikan informasi spesifik tentang kondisi anak, sementara ahli gizi memberikan rekomendasi diet yang sesuai.
Baca Juga: Cukup 3 Menu Rekomendasi MBG: Simpel, Bergizi, dan Sulit Jadi 'Mainan' Mafia
Tidak hanya itu, edukasi dan pelatihan bagi tim dapur menjadi langkah lanjutan yang wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi silang antara makanan reguler dan makanan khusus.
"Tim perlu dilatih dalam menangani menu khusus, termasuk memastikan tidak ada kontaminasi silang antara makanan reguler dan makanan khusus," ujarnya.
Program MBG dinilai memang perlu diawasi secara rutin untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus juga benar-benar terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer