Suara.com - Presiden RI Ke-7, Joko Widodo (Jokowi) disebut mengalami post power syndrome. Dimana dalam kondisi ini, seseorang masih membayangkan pencapaiannya pada masa lalu dan membandingkan dengan masa kini.
Namun menurut Sosiolog dan Sastrawan, Okky, Jokowi bukan sedang Post Power Syndrome, bahkan jauh dari kata itu.
“Banyak orang mungkin melihat Pak Jokowi post power syndrome gitu ya. Kalau saya enggak,” sebut Okky, dikutip dari kanal youtube Abraham Samad, Senin (13/1/25).
Okky kemudian menjabarkan secara jelas mengenai apa makna sebenarnya dari Post Power Syndrome.
“Post Power Syndrome itu lebih ke kondisi psikologi. Dimana semua orang bisa punya post power syndrome. ASN misal, dia kerja puluhan tahun terus pensiun, dia post power syndrome. Posisi dimana dia masih shock dengan realita bahwa dia pensiun,” jelasnya.
Sementara itu, Okky menyebut bahwa Jokowi terlihat jelas bukan sedang Post Power Syndrome, melainkan tengah menyiapkan desain-desain tertentu.
“Tapi Pak Jokowi tidak. Pak Jokowi memang dengan sadar, sebenarnya sedang punya agenda. Sedang melakukan desain-desain tertentu,” ucapnya.
Tujuan Jokowi menyiapkan desain-desain tertentu itu menurut Okky adalah untuk mengamankan dirinya sendiri hingga menyiapkan sang buah hati, Gibran Rakabuming Raka di 2029.
“Nah, kalau saya melihat apa tujuannya? Ada dua, yang pertama adalah untuk tetap mengamankan dirinya atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat selama 10 tahun periode kekuasaan. Dia tetap tidak mau tersentuh hukum, dia tetap mau semua project dan plan-plannya semuanya aman. Lalu yang kedua, Pak Jokowi sedang bekerja untuk 2029, untuk memuluskan Gibran,” urainya.
Baca Juga: "Kongres Harus Bertindak!" Biden Desak Tambahan Dana untuk Pemulihan Kebakaran LA
“Jadi, Pak Jokowi sedang Bekerja, Bukan Pak Jokowi sedang post power syndrome,” tandasnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?
-
KPK Dalami Isi Komunikasi Antara Silmy Karim dan Bos Kampung Rusia
-
Pertemuan di DPR Ungkap Rahasia Performa Moncer Perbankan Pelat Merah
-
Koalisi Sipil Tolak RUU Polri, Nilai Penyusunannya Ugal-Ugalan dan Tak Transparan
-
Pemprov Jabar - PT PII Tandatangani Perjanjian Penjaminan TPPASR Legok Nangka: Tingkatkan Investor
-
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros
-
Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global
-
Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?