Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu mengungkapkan sederet akal bulus para pengusaha yang diduga terlibat dalam kasus pemagaran laut di Tanjung Pasir, Teluk Naga, Tangeran, Banten yang kini menjadi sorotan publik. Menurutnya, salah satu modusnya adalah dengan melibatkan para preman untuk membujuk masyarakat.
Hal itu disampaikan Said Didu dalam siniar yang tayang di kanal Youtube Abraham Samad SPEAK UP pada Kamis (23/1/2025) kemarin.
"Jadi gini, jika ada orang berhasil membujuk dengan mengantar pakai motor mau jual tanah ke kantor itu dapat Rp2.000 per meter," kata Said Didu dikutip Suara.com, Jumat (24/1/2025).
Selain lewat bujukan, Said Didu mengatakan terdapat juga modus dengan mengasih uang muka. Hal ini dinilai Said adalah sebuah masalah.
"Sekarang tuh modusnya dikasih DP (uang muka), setelah DP, diambil surat-suratnya, tahu-tahu sudah berubah nama PT, belum dibayar semua" ucapnya.
Bukan hanya itu, Said Didu mengatakan ada modus lain dengan cara memaksa rakyat agar tanahnya mau dijual, jika menolak maka akan diberikan pagar di sekeliling daerah tersebut.
"Ada satu kampung enggak mau lepaskan (tanah), itu dipagar (tembok tinggi) keliling sehingga kalau siang kayak neraka panasnya, karena enggak ada angin," ungkap Dia.
"Ada daerah sawah-sawah yang enggak dilepaskan maka dia (pengusaha) beli tanah yang dekat irigasi, irigasinya ditimbun maka dia (petani) engga bisa lagi bersawah," sambungnya.
Said Didu juga mengaku mendapat cerita dari seorang warga yang ingin menjual tanahnya tetapi surat-surat dari tanah tersebut dinyatakan palsu, padahal sudah ada kesepakatan sebelumnya.
"Ada juga yang lucu, cerita ke saya, saudaranya punya 17 hektar yang mau dijual hanya 5 hektar, terjadi transaksi, baru kasih DP, tahu-tahu dipanggil semua keluarganya ke kantor polisi disidik surat-surat lain palsu, kalau mau selamat jual semua (17 hektare), itu yang terjadi," ungkapnya.
"Menariknya, cerita mereka ke saya, setelah terjadi jual yang menyidik itu datang ke rumah juga minta bagian," tambahnya.
Terkait sederet modus di balik pemagaran laut telah yang diungkapkannya itu, Said Didu menyumpahi para pengusaha agar segera terkena azab.
"Saya berdoa, ya Allah, turunkan laknat-laknatmu yang paling besar terhadap orang-orang yang mengusir, mencabut kehidupan rakyat ini dari sumber nafkah utamanya, sangat sadis," pungkasnya.
Reporter: Moh Reynaldi Risahondua
Berita Terkait
-
Menteri KKP Diolok-olok usai Sebut Pagar Laut Tangerang Mirip Reklamasi Alami, Sindiran Profesor Sulfikar Nyelekit!
-
Pasang Badan Demi Ungkap Dalang Kasus Pagar Laut, Titiek Soeharto: Kementerian Jangan Takut Lawan Oligarki!
-
Skandal HGB Pagar Laut, Boyamin MAKI Laporkan 2 Eks Menteri ke KPK: Yang Pasti Bukan Nusron Wahid
-
Eks Menteri ATR Hadi-AHY 'Buang Badan' soal HGB Pagar Laut? Akbar Faizal Sindir Pejabat Cuma Gagah di Kamera
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi