Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP menilai pemecatan Ubedilah Badrun dari Jabatan Kepala Departemen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai upaya pembungkaman.
Juru Bicara PDIP Mohamad Guntur Romli mengaitkannya dengan langkahnya melaporkan dugaan korupsi, kolusi, nepotisme dan pencucian uang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret nama mantan Presiden ke-7 Joko Widodo dan keluarganya.
"Informasi valid terkait Ubedilah Badrun yang merupakan akademisi/dosen sosiologi politik UNJ yang dicopot dari jabatannya sebagai Koordinator Program Studi/Kepala Departemen Pendidikan Sosiologi UNJ ditengarai kuat berhubungan dengan sikap kritis Ubedilah Badrun," kata Romli lewat keterangannya, Sabtu (1/2/2025).
Romli menyebut, Ubed setidaknya melaporkan dugaan KKN yang menyeret Jokowi ke KPK sebanyak lima kali. Namun dinilai tidak ada tindak lanjut dari KPK.
Terbaru Ubed melaporkan Jokowi ke KPK pada 7 Januari 2025, bersama kelompok masyarakat Nurani 98.
Langkah itu dilakukan Ubed dan kawan-kawan, setelah nama Jokowi masuk dalam nominasi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) sebagai pemimpin paling korup edisi 2024.
"Maka pencopotan Ubedilah Badrun dari jabatannya itu yang dilakukan oleh Rektor UNJ sebelum waktunya, karena jabatan itu seharusnya diemban oleh Ubedilah hingga 2027 merupakan bukti yang nyata pembungkaman terhadap Ubedilah Badrun," tegas Romli.
Sementara di sisi lain, Romli menilai pencopotan Ubedilah, merupakan bagian dari cawe-cawe Jokowi. Ia menyebut, meski sudah tidak lagi berkuasa, Jokowi masih memiliki pengaruh.
"Karena kenekatan Jokowi untuk terus melakukan cawe-cawe politik, maka upaya pembungkaman terhadap tokoh-tokoh yang kritis terhadap kerakusan Jokowi dan keluarganya, seperti Ubedilah Badrun dan sebelumnya Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto," ujarnya.
Romli menyebut UNJ sebagai lembaga pendidikan tinggi seharusnya menjaga kemerdekaan akademisi, bukan menjadi alat kekuasaan seperti "palu godam" yang menjatuhkan sanksi dan menghajar akademisinya yang kritis pada kekuasaan.
"Sikap Rektor UNJ yang secara sewenang-wenang mencopot Ubedilah Badrun menjadi preseden buruk akan masa depan kampus yang independen dan kritis, apalagi nantinya kampus akan diberi jatah pengelolaan tambang yang akan semakin mematikan daya kritis dan independensi dari lembaga pendidikan tinggi di negeri ini," katanya.
Berita Terkait
-
Soroti Pemecatan Ubedillah Badrun dari UNJ, Rocky Gerung: Alasan Masuk Akal karena Sering Kritik Jokowi
-
Rekam Jejak Ubedilah Badrun, Sentil Kaesang yang Bukan Pejabat Negara: Dapat Fasilitas Negara Juga
-
Profil Ubedilah Badrun yang Curiga Sumber Uang Kaesang Bisa Beli Saham Nyaris Rp 100 M Padahal Perusahaan Baru
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran