News / Internasional
Minggu, 02 Februari 2025 | 02:17 WIB
Ilustrasi pesawat jatuh. Antara/Umarul Faruq/sgd/tom.

Todd Sheridan Yeary, mantan pengendali lalu lintas udara FAA, mengatakan kecelakaan ini tampaknya disebabkan oleh kegagalan sistem yang terjadi secara tiba-tiba setelah lepas landas.

"Ada sesuatu yang gagal secara drastis setelah pesawat mengudara," katanya kepada NBC News NOW.

Ia juga menekankan bahwa Learjet 55 adalah pesawat berperforma tinggi dan sangat andal.

"Sangat jarang melihat insiden seperti ini terjadi," tambahnya.

Beberapa rumah dan kendaraan rusak

Wali Kota Philadelphia, Cherelle Parker, mengatakan beberapa rumah dan kendaraan terdampak akibat kecelakaan itu, tetapi jumlah korban jiwa masih belum dapat dipastikan.

Enam orang yang mengalami luka akibat insiden tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Universitas Temple, tiga di antaranya dalam kondisi stabil, sementara tiga lainnya telah mendapatkan perawatan dan dipulangkan.

Gubernur Pennsylvania, Josh Shapiro, menyatakan bahwa ia telah berkomunikasi dengan pejabat Philadelphia dan memastikan bahwa sumber daya negara bagian telah dikerahkan untuk membantu respons darurat.

Kecelakaan terjadi di tengah kondisi hujan ringan, kabut, serta hembusan angin yang tercatat mencapai 30 mil per jam, menurut Badan Cuaca Nasional AS.

Baca Juga: Pesawat Medis Mengangkut 6 Orang Jatuh di Philadelphia, Begini Kondisinya

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah bencana penerbangan paling mematikan di AS dalam beberapa tahun terakhir, ketika sebuah jet penumpang bertabrakan di udara dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS di atas Sungai Potomac dekat Washington, yang menewaskan 67 orang. (Antara).

Load More