Suara.com - Rezim Israel dan gerakan perlawanan Palestina Hamas akan melakukan pertukaran tahanan kelima dalam beberapa jam mendatang, yang akan membebaskan 183 warga Palestina dengan imbalan tiga tahanan Israel.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan dan Klub Tahanan Palestina mengumumkan nama-nama tahanan yang akan dibebaskan pada hari Sabtu nanti.
Jumlah total tahanan yang dibebaskan atas perintah perlawanan adalah 183. Mereka termasuk 111 tahanan dari Gaza yang ditangkap setelah 7 Oktober 2023, 18 tahanan yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, dan 54 tahanan dengan hukuman berat, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Rezim Zionis dan Hamas mengumumkan kesepakatan gencatan senjata tiga fase pada tanggal 15 Januari, menyusul negosiasi tidak langsung yang didukung PBB antara kedua belah pihak, yang mengakhiri lebih dari 15 bulan perang genosida Israel di Gaza.
Berdasarkan tahap pertama kesepakatan tersebut, yang dimulai pada 19 Januari dan akan berlangsung selama 42 hari, total 33 tahanan Israel akan dibebaskan, termasuk wanita dan mereka yang berusia di atas 50 tahun.
Untuk setiap tahanan Israel, Israel akan membebaskan antara 30 dan 50 warga Palestina.
Sejauh ini, Hamas telah membebaskan 18 tahanan Israel, sementara rezim pendudukan telah membebaskan 383 warga Palestina sesuai dengan kesepakatan tersebut.
Berita Terkait
-
Genosida Israel Lumpuhkan Pendidikan Gaza: 85% Sekolah Hancur, 1.200 Mahasiswa Tewas
-
Hamas Tolak Tentara AS Injakkan Kaki di Gaza, Kecam Trump Soal Relokasi Warga Palestina
-
Netanyahu: Palestina Bikin Negara di Saudi Saja, Bukan di Sini!
-
Mesir dan Negara Arab Tolak Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
-
Trump Sebut Israel akan Serahkan Gaza ke Amerika setelah Konflik Berakhir
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
Modus Operandi 'Endless Art Investment Cara Nadiem Diduga Samarkan Aliran Dana Google Chromebook OS
-
Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
-
Lalin Jakarta Pagi Ini: Senayan Lancar, Rindam Padat, Truk Tabrak Separator di Gatot Subroto
-
Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan