Suara.com - Pihak berwenang Iran telah menahan dua warga negara Inggris dengan tuduhan pelanggaran keamanan yang tidak disebutkan secara rinci.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan penahanan ini pada hari Rabu (13/2), tetapi tidak mengungkapkan identitas atau detail lebih lanjut mengenai kondisi penangkapan mereka.
Menurut IRNA, kedua warga Inggris tersebut ditahan di provinsi Kerman. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Inggris terkait insiden ini.
Namun, laporan IRNA menyebut bahwa Duta Besar Inggris untuk Iran, Hugo Shorter, telah bertemu dengan kedua tersangka di kantor kejaksaan Kerman.
Kasus ini menambah daftar panjang warga negara asing, khususnya dari Eropa, yang ditahan oleh Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Iran diketahui telah melakukan beberapa pertukaran tahanan dengan negara-negara Barat sebagai bagian dari kebijakan diplomasi mereka.
Penahanan ini mengingatkan pada kasus eksekusi Alireza Akbari, seorang warga negara ganda Inggris-Iran, pada Januari 2023. Akbari dihukum mati setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Inggris.
Eksekusi tersebut memicu reaksi keras dari negara-negara Barat, termasuk Inggris, yang mengecam tindakan tersebut sebagai biadab.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan proses hukum yang akan dihadapi kedua warga Inggris yang baru saja ditangkap.
Baca Juga: Masuk Prolegnas Long-List, Komisi I dan Pemerintah Sepakat Inisiasi RUU Keamanan Laut
Situasi ini berpotensi meningkatkan ketegangan antara Iran dan Inggris di tengah hubungan yang sudah tegang akibat berbagai isu diplomatik dan keamanan.
Berita Terkait
-
Masuk Prolegnas Long-List, Komisi I dan Pemerintah Sepakat Inisiasi RUU Keamanan Laut
-
Timnas Indonesia U-20 vs Iran, Indra Sjafri Emosional: Sayah Mohon...
-
Piala Asia U-20: Iran Merasa 'Dibantu' Arab Saudi untuk Kalahkan Timnas Indonesia
-
Pede Bisa Hancurkan Timnas Indonesia U-20, Pelatih Iran Kantongi Taktik Jitu Indra Sjafri
-
Efek Gila Elkan Baggott, Blackpool Tak Pernah Kalah saat Dia Bermain
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu
-
Rekomendasi 7 Sepatu Gunung Terbaik dan Awet: Mulai 500 Ribuan Aja!
-
Tak Dibuang Tapi Dibantu, Igor Tolic Buka Suara Keputusan Lepas Ramon Tanque
-
25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
-
Cuma Butuh 5 hingga 7 Detik! Begini Cara Masak Daging Shabu-Shabu agar Tetap Empuk
-
Manfaatkan Situasi Toko Tutup, Kepala Minimarket di Cikande Coba Perkosa Kasir di Gudang
-
Dicalonkan PWNU Jatim, Cicit KH Hasyim Asy'ari Usung Dua Agenda Besar untuk PBNU
-
SEVENTEEN Akan Hiatus untuk Wajib Militer, Sisa 5 Member yang Tetap Aktif
-
Dana Mentok Rp 80 Juta? Ini Rekomendasi SUV 7-Seater Bekas Paling Nyaman untuk Keluarga
-
Dibalik Aksi Copet Massal, Ada "Arsip Zaman" Skena Musik Indonesia di Film Operasi Pesta Copet