- Pemerintah memulai verifikasi lapangan peserta BPJS Kesehatan PBI-JK nonaktif, diawali dengan peserta penyakit katastropik pada 19 Februari 2026.
- Ground check bertujuan memutakhirkan DTSEN melibatkan pendamping PKH, petugas BPS, dan mitra statistik berdasarkan kondisi lapangan objektif.
- Verifikasi lapangan dibagi dua tahap; tahap awal menyasar 106.153 individu hingga 14 Maret 2026, dan tahap kedua sekitar 11 juta individu setelah Lebaran.
Suara.com - Pemerintah resmi memulai ground check atau verifikasi lapangan bagi peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang sempat dinonaktifkan. Pada tahap awal, proses verifikasi difokuskan kepada peserta dengan penyakit katastropik atau kronis.
Pencanangan ground check dilakukan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang National Statistic Command Center (NSCC), Kantor BPS, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
“Sesuai arahan Pak Menko, Alhamdulillah hari ini kita tindaklanjuti keputusan bersama DPR beberapa waktu lalu untuk memulai ground check,” kata Gus Ipul.
Ground check dilakukan sebagai bagian dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan melibatkan puluhan ribu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), petugas BPS daerah, serta mitra statistik.
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan proses verifikasi harus mengikuti standar BPS serta berbasis kondisi objektif di lapangan, bukan asumsi petugas. Ia juga mengingatkan data yang dikumpulkan menentukan siapa yang berhak memperoleh perlindungan negara.
“Mudah-mudahan masyarakat mau memberikan informasi yang sejujur-jujurnya. Ingat, data yang saudara isi akan menentukan siapa yang dilindungi oleh negara,” tuturnya.
Ia meminta pendamping PKH memperkuat koordinasi dengan BPS dan dinas sosial daerah serta menyelesaikan ground check tepat waktu.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan, verifikasi lapangan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai dengan pelatihan pendamping sebelum pelaksanaan lapangan pekan depan dan ditargetkan selesai pada 14 Maret 2026.
Tahap awal ini memprioritaskan peserta PBI dengan penyakit katastropik atau kronis yang sempat mengalami penonaktifan kepesertaan.
Baca Juga: Prabowo Tetapkan Susunan Baru Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan 20262031, Ini Daftarnya!
“Ground check tahap pertama ini akan dilakukan kepada 106.153 individu atau kira-kira 104.000 keluarga,” kata Amalia.
Secara paralel, persiapan tahap kedua dilakukan pada akhir Februari. Verifikasi tahap kedua dijadwalkan berlangsung setelah libur Lebaran mulai 1 April 2026 selama sekitar satu bulan.
Tahap kedua mencakup seluruh peserta PBI nonaktif yang tidak menderita penyakit kronis dengan cakupan sekitar 11 juta individu atau sekitar 5,9 juta keluarga.
“Jadi diperkirakan akan selesai di akhir bulan April untuk yang tahap kedua,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Tetapkan Susunan Baru Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan 20262031, Ini Daftarnya!
-
Pemerintah Mulai Groundcheck Data BPJS PBI, Gus Ipul Minta Tak Ada Orang Titipan
-
Cegah Pemborosan APBN, Pemerintah Mulai Groundcheck Data 11 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan
-
Lowongan Kerja BPJS Kesehatan untuk Semua Jurusan, Deadline 28 Februari
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas
-
Febrie Adriansyah Akhirnya Ditetapkan Tersangka, Habiburokhman: Sudah Begitu Gamblang Diberitakan
-
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Ini Jejak Karier Jaksa Pembongkar Kasus Korupsi Raksasa
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
3 Perkara Korupsi yang Menyeret Febrie Adriansyah Dialihkan ke Kejagung, Plt Jampidsus Bilang Begini
-
Soal Tiga Kasus Korupsi yang Menyeret Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Bakal Bentuk Panja Khusus
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri
-
Sudah Mundur dari Jampidsus, Kapan Febrie Adriansyah Diperiksa? Begini Jawaban Polda Metro
-
Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur