Suara.com - Efisiensi anggara yang diberlakukan oleh Presiden Prabowo Subianto ditingkat kementerian dan lembaga menuai pro-kontra di tengah masyarakat. Pemangkasan anggaran juga terjadi pada institusi penegakan hukum seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, hingga Polri.
Terkait itu, pemangkasan angaran di Polri dikhawatirkan nantinya bakal lebih banyak terjadi praktik pungli yang dilakukan oleh banyak oknum.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, meyakini efisien anggaran yang dilakukan sesuai dengan peruntukannya. Lantaran, pemangkasan anggaran bukan dari sektor belanja tetap.
“Yang dipotong itu bukan soal belanja tetap atau belanja modal. Yang dipotong dugaan saya adalah sesuai dengan Inpres 1 nomor 2025 adalah biaya perjalanan dinas perjadin ya,” ucap Sugeng kepada Suara.com, Kamis (13/2/2025).
Sugeng menyebut jika ada kekhawatiran pemangkasan anggaran bakal meningkatkan praktik pungli di tubuh Polri, maka Sugeng memiliki pandangan lain.
“Pungli terjadi terkait dengan mentalitas juga berhubungan dengan daya tanggap masyarakat, karena yang dipunglikan berkaitan dengan masyarakat,” ucapnya.
Jika masyarakat tidak bersedia memberikan uang suap, lanjut Sugeng, maka pungli tidak akan pernah terjadi.
Kemudian aksi pungli juga bisa dicegah dengan cara memperketat pengawasan secara internal.
“Kalau oknum maka yang harus diperketat adalah pengawasan internal, pengawasan internal ya supaya menekan pungli,” jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Undang Semua Parpol hingga DPR Pendukungnya ke Hambalang Besok, Ada Apa?
DNA pungli, kata Sugeng, telah melekat kepada oknum-oknum yang berada di sebuah institusi. Sehingga, baik anggaran terkena efisiensi atau tidak pungli bakal terus terjadi.
“Menurut saya tidak akan, pungli tidak berpengaruh dari hal ini. Tetapi pungli akan tetap terjadi karena saya sampaikan DNA pungli atau DNA pemeras itu memang DNA yang melekat kepada oknum-oknum. Jadi bukan pada soal kelembagaan,” jelas Sugeng
“Punggli itu tetap ada meski anggarannya besar, pungli itu tetap ada karena ini memang perilaku, perilaku anggota atau oknum,” tambahnya.
Diketahui bersama, Prabowo telah melakukan pemangkasan terhadap APBN dan APBD anggaran 2025, sebesar Rp306,69 triliun lewat Inpres No.1/2025.
Rinciannya, Rp256,1 triliun berasal dari pemangkasan anggaran kementerian/lembaga, sementara Rp50,5 triliun dari transfer ke daerah (TKD).
Sementara itu, institusi Polri ternyata ikut memangkas anggarannya sebagaimana adanya intruksi dari presiden. Polri memangkas anggarannya sebesar Rp 20,5 triliun dari pagu anggaran 2025 Rp 126,6 triliun.
Berita Terkait
-
Prabowo Sebut Hasil Penghematan Anggaran Akan Digunakan untuk Mengubah Indonesia
-
BRIN Klaim Efisiensi Anggaran Tak Berdampak ke Program Riset, Gaji Pegawai Tetap Aman
-
Pidato di World Government Summit, Prabowo Nyatakan Indonesia Siap Jadi Jembatan Dunia
-
Prabowo Undang Semua Parpol hingga DPR Pendukungnya ke Hambalang Besok, Ada Apa?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT