Suara.com - Wawancara yang dilakukan jurnalis senior, Najwa Shihab dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini menjadi sorotan.
Dalam momen wawancara tersebut, seolah-olah jawaban Jokowi menepis isu miring yang selama ini menerpa dirinya.
Jokowi blak-blakan mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah cawe-cawe dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Bahkan, meskipun Gibran adalah putra sulungnya, namun Jokowi mengakui jika Gibran sama sekali tidak pernah meminta pendapatnya soal apapun, tak terkecuali soal politik.
Bukan hanya isi konten tersebut yang membuat salah fokus, namun netizen dibuat salah fokus dengan gerak-gerik kaki Jokowi selama diwawancarai Najwa.
Dalam video yang diposting di kanal Youtube Najwa Shihab itu terlihat kaki Jokowi tampak bergoyang-goyang selama menjawab pertanyaan.
Rupanya, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun juga mengamati hal yang sama. Refly melihat Gerak-gerik kaki Jokowi bak tidak nyaman.
“Yang terlihat bahwa Jokowi gugup kakinya, goyang-goyang terus,” ujar Refly, dikutip dari youtubenya, Jumat (14/2/25).
“Gugup karena Najwa Shihabnya, atau gugup karena apa? Itu perlu diklarifikasi,” tanya Refly.
Baca Juga: Komentari Foto Viral Kaesang Pakai Kaos 'Adili Jokowi', Iwan Fals: Emang Jokowi Salahnya Apa Sih?
Tak diketahui pasti apa penyebab utama yang membuat Jokowi menggerakkan kakinya sepanjang wawancara. Namun secara psikologis hal itu dinilai Refly bagian dari rasa cemas.
“Menurut psikologinya, itu cemas. Tapi cemas karena apa Jokowi ya?,” sebut Refly.
“Kalau pengkritik cemas karena jangan sampai tiba-tiba penyakit tangkap-tangkap terjadi lagi. Kalau Jokowi cemas kenapa?,” tambahnya.
Mencoba untuk berpikir positif, Refly menilai bisa jadi Jokowi menggerakkan kakinya lantaran untuk menahan kantuk seperti yang dilakukan oleh Refly biasanya.
“Kalau saya goyang-goyang emang karena lagi ngantuk,” seru Refly.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
Terkini
-
OTT Imigrasi Jakarta Barat, KPK Masih Lacak Keberadaan Silmy Karim
-
15 Jam Geledah Kantor BGN, Kejagung Bawa Satu Kotak Kontainer Diduga Barang Bukti
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Kenapa Sulit Berhenti Merokok? Dokter Sebut Gejala Sakau Jadi Musuh Terbesar
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Tiga Santri Diduga Disiram BBM dan Dibakar, Satu Tewas
-
KPK Akan Telusuri Aliran Uang Rp 3,5 Miliar dari Waskita Karya ke Ketum Hipmi Akbar Buchari
-
DPR Usul Kepemilikan Klub Sepak Bola oleh Polri Diatur Demi Jaga Netralitas
-
Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia
-
Usai Dadan Dicopot, Belasan Karangan Bunga Berdatangan ke Kantor BGN