Suara.com - Seorang pria berusia 25 tahun, Mohammad Danish, tewas setelah diduga dibakar oleh istri dan mertuanya di kediaman mereka di Shaheed Nagar, Ghaziabad, pada Kamis (13/02). Danish sempat dilarikan ke rumah sakit di Delhi, namun meninggal akibat luka bakar pada Jumat (14/02).
Menurut laporan kepolisian, kejadian tragis ini berawal ketika Danish mengunjungi rumah mertuanya untuk menemui istrinya yang telah tinggal di sana selama empat bulan terakhir setelah mengalami konflik rumah tangga. Kunjungan yang bertepatan dengan perayaan hari besar tersebut berujung pada pertengkaran sengit antara Danish dan keluarganya.
"Danish datang sekitar pukul 3 sore untuk bertemu istrinya. Namun, perdebatan terjadi, dan diduga istri serta mertuanya menyiramnya dengan minyak tanah sebelum membakarnya hidup-hidup," ujar Rajneesh Upadhyaya, Asisten Komisaris Polisi (ACP) Sahibabad.
"Korban kemudian dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya, tetapi nyawanya tidak tertolong," lanjutnya.
Kejadian ini dilaporkan oleh Mohammad Sajid, saudara laki-laki Danish, yang tinggal di kawasan Pasonda, tidak jauh dari lokasi kejadian. Polisi pun segera bergerak melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap kebenaran di balik kasus ini.
Polisi telah membawa istri Danish beserta kedua orang tuanya untuk dimintai keterangan.
"Kami masih menunggu laporan resmi dari pihak keluarga korban. Setelah proses pemakaman selesai, kemungkinan besar mereka akan mengajukan laporan resmi," tambah ACP Upadhyaya.
Sejauh ini, belum ada laporan resmi yang diajukan oleh pihak keluarga, dan kepolisian masih menunggu untuk dapat secara resmi mendaftarkan kasus ini sebagai pembunuhan.
"Begitu laporan resmi kami terima, kami akan segera mendaftarkan kasus ini sebagai tindak pidana pembunuhan dan melanjutkan proses hukum lebih lanjut," ujar petugas kepolisian.
Baca Juga: Kok Bisa Sabrina Chairunnisa Bawa Anjing Naik Pesawat ke Korea? Ternyata Begini Caranya
Kasus tragis ini menambah daftar panjang kekerasan dalam rumah tangga yang berakhir dengan kematian. Pihak berwenang kini terus berupaya menggali fakta untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Berita Terkait
-
Kok Bisa Sabrina Chairunnisa Bawa Anjing Naik Pesawat ke Korea? Ternyata Begini Caranya
-
ShopeeFood Dukung Keterampilan Digital UMKM, Berikan Pelatihan Teknologi untuk Istri Mitra Pengemudi Bersama Kemenekraf
-
Shenina Cinnamon Keturunan Apa? Ini Sosok Istri Angga Yunanda
-
Mertua Idaman, Ini Kata Maia Soal Anak Laki-laki yang Berusaha Bahagiakan Istri
-
Pengadilan India Bebaskan Suami yang Sebabkan Kematian Istri Akibat Seks Tidak Wajar
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam