Suara.com - Ribuan Pelajar SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, melakukan aksi demonstrasi, Senin (24/2/2015). Dalam aksinya pelajar yang mengenakan seragam sekolah ini meminta pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pendidikan gratis, bukan makan bergizi gratis (MBG)
Di lapangan Karel Gobai di Enarotali, mereka menyuarakan tuntutan agar pemerintah Indonesia lebih memprioritaskan pendidikan gratis daripada memberikan makanan.
Para pelajar ini nampak membentangkan poster dan spanduk, di antaranya bertuliskan 'SISWA DAN PELAJAR TOLAK MAKANAN BERGIZI GRATIS, 'PRESIDEN PRABOWO GRATISKAN PENDIDIKAN DI SELURUH TANAH PAPUA BUKAN MAKANAN GRATIS', 'KAMI SISWA DAN PELAJAR KABUPATEN PANIAI TIDAK MEMBUTUHKAN MAKANAN GRATIS MBG', 'TETAPI KAMI MEMBUTUHKAN PENDIDIKAN GRATIS'.
Kemudian tulisan 'KAMI PELAJAR TIDAK TERIMA MAKANAN GRATIS KAMI TERIMA PENDIDIKAN GRATIS', 'STOP BERI KAMI MAKAN GRATIS MBG TETAPI BERIKAN PENDIDIKAN GRATIS ITULAH HARAPAN', 'PAPUA TIDAK BUTUH MAKAN GRATIS PAPUA SUMBER MAKANAN PAPUA BUTUH PENDIDIKAN GRATIS'.
Koordinator lapangan korlap yang enggan menyebutkan namanya dalam aksi ini menekankan bahwa pendidikan gratis dianggap lebih penting untuk masa depan anak-anak Papua dibandingkan dengan program bantuan makanan gratis .
"Tuntutan ini mencerminkan keinginan masyarakat setempat agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, aksesibilitas, dan fasilitas sekolah di daerah mereka," kata dia.
Menurut Ketua Koordinator aksi, masyarakat merasa bahwa program makanan gratis yang diterapkan di berbagai tempat justru menimbulkan banyak kasus keracunan. Hal ini menjadi alasan utama mereka turun ke lapangan untuk menolak kebijakan tersebut.
Mereka menegaskan bahwa pendidikan gratis jauh lebih penting dan seharusnya menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia," tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua Koordinator menyatakan bahwa program makanan gratis ini dicurigai memiliki motif tersembunyi yang bertujuan untuk menghabiskan ras Melanesia di West Papua.
Baca Juga: Prabowo Luncurkan Danantara di Istana Besok, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen!
"Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam masyarakat terhadap dampak jangka panjang dari kebijakan pemerintah yang mereka anggap tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat Papua," ucapnya.
Para pelajar itu kemudian menyebut mereka sebagai masyarakat Papua mampu menjamin kehidupan mereka sendiri tanpa ketergantungan pada program makanan gratis.
Mereka menyatakan bahwa Papua memiliki sumber daya alam yang kaya dan gizi yang cukup. Oleh karena itu, mereka menuntut agar pemerintah lebih fokus pada evaluasi dan penerapan pendidikan gratis daripada mengalokasikan anggaran untuk makanan gratis," katanya.
Selain menolak MBG, massa pelajar ini juga menyoroti eksploitasi sumber daya alam Papua yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui berbagai perusahaan seperti PT Freeport di Timika, serta eksploitasi sumber daya di Nabire, Yahukimo, Paniai Degeuwo, Sorong, Merauke, Keerom, dan Manokwari. Mereka menilai bahwa eksploitasi ini telah merusak lingkungan dan mengancam masa depan masyarakat Papua.
Selain itu, demonstran menolak rencana pembukaan Blok Wabu yang mengandung emas, minyak, gas, dan batu uranium, karena dianggap akan semakin merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat Papua.
Tak hanya itu, para demonstran juga menyoroti eksploitasi hutan Papua yang semakin mengkhawatirkan.
Berita Terkait
-
Jelang Peluncuran, Prabowo Teken Aturan Danantara
-
Sindir Pidato Prabowo, Anak Gus Dur: Semua Kritikan Cuma Perlu Direspons Ndasmu
-
Cek Fakta: Prabowo Minta Semua Stasiun TV Putar Keroncong Jam 6 Pagi untuk Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air
-
Viral Anak Kecil Kritik Ucapan 'Ndasmu' Prabowo: Tolong Presiden Contohkan yang Baik
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik