Suara.com - Aksi demonstrasi pelajar menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali digelar di Papua Tengah. Kali ini aksi tersebut digelar ribuan pelajar di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Rabu (26/2/2024) pagi.
Demonstrasi penolakan MBG di Papua Tengah dilakukan gabungan pelajar dari SD, SMP, SMA, dan SMK. Gelombang aksi penolakan MBG bukan kali pertama terjadi di Papua.
Sebelumnya, pada Februari 2025, ribuan pelajar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, serta sejumlah kabupaten lain seperti Yahukimo, Yalimo, Nabire, Dogiyai, dan Paniai, juga menggelar demonstrasi serupa.
Sementara aksi yang dilakukan di Deiyai dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Deiyai.
Dalam orasinya, Korlap aksi menyatakan bahwa kebutuhan utama mereka akses terhadap pendidikan gratis dan fasilitas sekolah yang memadai, bukan makan gratis.
"Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan oleh generasi muda Papua adalah pendidikan gratis, bukan makanan gratis," katanya.
Sementara pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SD YPPK Kigou Kabupaten Deiyai, Frans Pekei menyarankan agar dana yang dialokasikan untuk MBG dialihkan mendukung pendidikan gratis di wilayah tersebut.
Ia mengemukakan bahwa pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan memang berupaya menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, termasuk dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
"Namun, di sisi lain, banyak pihak di Papua melihat bahwa kebijakan-kebijakan tersebut masih belum menyentuh akar masalah yang sebenarnya. Seperti, ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam, marjinalisasi ekonomi Orang Asli Papua (OAP), serta persoalan sosial dan politik yang lebih dalam," katanya.
Baca Juga: Pelajar SD hingga SMA se-Paniai Tolak MBG: Pendidikan Gratis di Papua Lebih Penting!
Tak hanya itu, ia mengemukakan bahwa aksi penolakan MBG yang dilakukan oleh pelajar dan masyarakat di Papua mencerminkan aspirasi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan gratis.
Selain di Deiyai, aksi serupa juga dilakukan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ratusan pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA, yang tergabung dalam Front Solidaritas Pelajar (FSP) melakukan aksi demonstransi menolak MBG di Jalan C Heatubun, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Penanggung jawab aksi, Yoki Sondegau, mengungkapkan bahwa aksi dilakukan karena menurut mereka program MBG memiliki dampak buruk.
Sama seperti di wilayah Papua lainnya, Yoki menyatakan, program MBG, pelajar yang tergabung dalam FSP ini menginginkan pemerintah pusat memberikan pendidikan gratis.
"Permintaan kami yaitu, dia menegaskan, Pemerintah pusat berikan pendidikan gratis, dari pada makanan gratis yang ujungnya tidak ada manfaatnya," tegas Yoki
Sementara itu Kapolsek Mimika Baru, AKP Putut Yudha Pratama menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan para pelajar itu telah dibubarkan dengan tertib.
"Mereka kumpul-kumpul saja dan orasi," katanya.
Kontributor : Elias Douw
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah