Sebagai catatan, untuk menghindari penundaan pencairan, pastikan jika rekening PIP siswa telah aktif sebelum tanggal 31 Januari 2025. Apabila rekening belum diaktifkan sampai batas waktu yang telah ditentukan, makandana bantuan bisa tertunda hingga termin berikutnya
Cara Cek Penerima PIP 2025 Secara Online
Pemerintah telah memperbarui situs untuk pengecekan status penerima bantuan. Adapun kini peserta dapat mengecek statusnya melalui situs pip.dikdasmen.go.id, yang menggantikan situs lama pip.kemdikbud.go.id. Perubahan tersebut dilakukan sebagai upaya dari kelanjutan PIP 2025 dan menyesuaikan dengan nomenklatur baru dalam kementerian.
Untuk memudahkan siswa dan orang tua, berikut langkah-langkah untuk mengecek penerima bansos PIP secara online cukup menggunakan hp:
• Kunjungi situs resmi PIP di https://pip.kemdikbud.go.id/home_v1/cek_nisn
• Masukkan data pribadi.
• Ketik Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada kolom yang tersedia.
• Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sesuai data resmi.
• Lengkapi kode keamanan (captcha) untuk melakukam verifikasi akses.
Baca Juga: Bansos PKH dan Program Sembako Terealisasi 90 Persen dalam 10 Hari
• Klik tombol “Cek Penerima PIP” dan tunggu beberapa saat hingga hasilnya keluar.
• Selanjutnya Status Anda akan muncul pada bagian Nominasi dan Pemberian.
Sebagai informasi penting, apabila data siswa tidak ditemukan, maka segera hubungi pihak sekolah atau Dinas Pendidikan setempat untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut.
Demikian informasi terkait jadwal pencairan bansos PIP 2025. Pastikan siswa terdaftar sebagai penerima bansos PIP dan rekening sudah aktif ya!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Bansos PKH dan Program Sembako Terealisasi 90 Persen dalam 10 Hari
-
Cara Cek Penerima Bansos PIP Maret 2025
-
Triwulan I 2025, 48.900 KPM di Palembang Terima Bansos PKH
-
Dalam 7 Hari, PosIND Salurkan Bansos PKH dan Sembako Tahap I di Bekasi Capai 52%
-
Kemensos Siapkan Data Guru Non-ASN dan Non-Sertifikasi untuk Diberikan Bansos
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!