Suara.com - Bengaluru digemparkan oleh aksi pencurian tak biasa pada 28 Februari lalu. Sekelompok perampok berhasil membawa kabur 830 kilogram rambut manusia dari sebuah gudang di Lakshmipura Cross. Rambut yang dicuri itu ditaksir bernilai hampir 1 crore atau sekitar Rp1,9 miliar.
Menurut laporan The Indian Express, korban, seorang pedagang rambut bernama Venkataswamy K (73 tahun), telah lama berkecimpung dalam bisnis ekspor rambut. Ia baru saja memindahkan stoknya dari Hebbal ke gudang barunya di Lakshmipura Cross pada 12 Februari.
Di dalam ruang bawah tanah kompleks komersial itu, tersimpan 27 kantong rambut olahan yang siap dikirim ke luar negeri.
Berdasarkan laporan polisi Soladevanahalli, enam perampok tiba di lokasi sekitar tengah malam dengan mengendarai SUV Mahindra Bolero. Mereka menggunakan batang besi untuk membobol gudang, lalu dengan cepat memindahkan kantong-kantong rambut ke dalam kendaraan sebelum melarikan diri.
Seorang warga sekitar yang melihat kejadian itu mengira para pelaku adalah petugas resmi karena mereka berkomunikasi dalam bahasa Telugu sambil mengoordinasikan pemindahan barang.
Namun, kecurigaan muncul setelah seorang pejalan kaki melihat helai rambut berserakan di jalan. Ia segera melapor ke polisi, memberikan rincian lokasi kejadian.
Tim patroli Hoysala segera mendatangi tempat kejadian dan menemukan pintu gudang dalam kondisi terbuka. Mereka menghubungi pemilik toko lain di gedung tersebut, sebelum akhirnya Venkataswamy diberi tahu sekitar pukul 01.50 dini hari.
Venkataswamy menduga bahwa perampokan ini melibatkan orang dalam perusahaannya. Rekaman CCTV dari bangunan sekitar memang menangkap aksi para pelaku dan kendaraan mereka, tetapi gambar yang buram serta plat nomor yang tidak terlihat menyulitkan polisi untuk mengidentifikasi mereka.
Kasus ini telah didaftarkan berdasarkan Pasal 305 (pencurian di rumah tinggal, sarana transportasi, atau tempat ibadah) dan Pasal 331 (hukuman atas pembobolan) dalam Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS). Pihak berwenang kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut guna melacak para pelaku.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Rambut Kering dan Mengembang, Ini Rekomendasi Produknya
Tag
Berita Terkait
-
5 Cara Mengatasi Rambut Kering dan Mengembang, Ini Rekomendasi Produknya
-
Viral! Potongan Rambut Elon Musk Mirip Hitler, Netizen Heboh
-
Ahmad Dhani Akui Tak Nyaman Lihat Rambut Pirang, Publik Ungkit Foto Dul Jaelani Blonde: Bikin Sakit Mata!
-
Kunjungi Lokasi Banjir, Rambut Klimis dan Outfit Gibran Jadi Sorotan Publik: Bersih Banget
-
10 Penyebab Rambut Rontok Berlebihan: dari Stres hingga Faktor Keturunan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT
-
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat
-
Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)
-
1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT
-
9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
-
Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur
-
5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah
-
BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
-
Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari
-
Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah