Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI fraksi Demokrat, Fathi, mendesak agar fintech bisa memberikan edukasi dan literasi keuangan yang jujur dan transparan buat masyarakat. Ia meminta jangan sampai ada masyarakat justru terjebak fintech karena ketidaktahuan.
Hal itu ditegaskan Fathi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XI DPR bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/3) sore.
Rapat membahas peran program asosiasi dalam meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat terkait Penguatan Pengembangan dan Stabilitas Keuangan (P2SK).
"Asosiasi harus memastikan bahwa edukasi yang diberikan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang fintech. Jangan sampai ada aduan dari masyarakat karena kurangnya informasi atau ketidaktahuan mereka terhadap layanan yang digunakan," kata Fathi.
Fathi juga mengingatkan agar para pelaku fintech tidak menerapkan bunga yang terlalu tinggi bagi masyarakat, mengingat banyaknya keluhan terkait beban pinjaman yang memberatkan.
Ia menegaskan bahwa asosiasi memiliki peran besar dalam mengawasi anggotanya agar beroperasi dengan prinsip keadilan dan transparansi.
"Saya sangat mendukung program edukasi dan literasi fintech yang sedang dijalankan. Ke depan, saya akan terus mengawal agar masyarakat semakin paham dan tidak terjebak dalam layanan keuangan yang merugikan," tegasnya.
Selain itu, Fathi mendorong asosiasi fintech untuk lebih ketat dalam mengawasi anggotanya, sehingga layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan regulasi dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
"Dengan adanya pengawasan yang ketat dari asosiasi, diharapkan fintech dapat berkembang dengan sehat dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta perekonomian nasional," pungkasnya.
Baca Juga: Geram Skandal MinyaKita Sunat Takaran, Susi Pudjiastuti: Bubarkan Kementerian Perdagangan!
Tag
Berita Terkait
-
Geram Skandal MinyaKita Sunat Takaran, Susi Pudjiastuti: Bubarkan Kementerian Perdagangan!
-
Koar-koar Rezim Prabowo Tak Bercorak Militerisme ala Orba, Pigai: Sekarang Pemerintah Sipil
-
Indeks Demokrasi Indonesia Jeblok, MenHAM Pigai Bantah Terjadi di Rezim Prabowo, Apa Dalihnya?
-
Prabowo Dicap Alergi Demo, MenHAM Pigai Tepis Tudingan Eks Mendiktisaintek Satryo: Jangan Percaya!
-
Menteri HAM Blak-blakan Bela Prabowo, Natalius Pigai Sebut Isu Orba Hidup Lagi Cuma Imajinasi: Tuduhan Berlebihan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir
-
Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia