Suara.com - Rosario de Marshall atau yang akrab disapa Hercules ikut mengomentari maraknya anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) minta-minta Tunjangan Hari Raya (THR) ke sejumlah perusahaan.
Hercules yang masih menjabat Ketua Umum Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya itu melarang anggotanya untuk membuat proposal dan meminta THR.
Menurut Hercules, tindakan meminta THR bertentangan dengan prinsip organisasi dan dapat berujung pada sanksi berat.
Hercules menegaskan bahwa ia tidak akan mentoleransi jika ada anggota atau kader GRIB Jaya yang melanggar aturan tersebut.
"Saya larang keras untuk bikin proposal. Saya larang keras GRIB Jaya untuk meminta-minta," ujar Hercules, dikutip dari pemberitaan.
Hercules menegaskan akan memberikan tindakan tegas bagi siapapun yang terbukti melanggar. "Kalau ketua DPD, ketua DPC bikin proposal, saya langsung pecat," tambahnya.
Dia menyebut praktik organisasi yang meminta THR kepada pengusaha dengan cara mengancam merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, hal ini dapat merusak iklim investasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Hercules juga mengajak pihak-pihak yang masih berseberangan dengan pemerintah untuk mendukung program-program yang telah dicanangkan.
Ia meyakini bahwa kerja sama dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah adalah langkah yang tepat untuk kemajuan bangsa.
"Kami yakin, kami pasti akan bekerja sama. Kami mengajak teman-teman yang masih kurang paham dan yang berseberangan dengan pemerintah, marilah kita dukung program pemerintah. Dukung Pak Presiden," ucapnya.
Hercules juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Polri dan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional.
Profil Hercules
Hercules yang dikenal sebagai mantan preman Tanah Abang, sudah lama dikenal di dunia preman Jakarta. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia disebut telah meninggalkan kehidupan lamanya.
Hercules bernama lengkap Rosario de Marshall. Ia dikabarkan mulai menjauh dari dunia premanisme setelah dijatuhi vonis 8 bulan penjara pada Maret 2019 dalam kasus penguasaan lahan.
Sejak saat itu, Hercules mulai beradaptasi dengan kehidupan baru di luar dunia hitam. Sebelum terjun ke dunia preman, Hercules sempat menjadi portir bagi TNI AD selama proses integrasi Timor Timur ke Indonesia.
Berita Terkait
-
Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana
-
Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?
-
Tak Terima Dituduh Menyekap dan Todong Senjata, Hercules Laporkan Balik Putri Ahmad Bahar ke Polisi!
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax
-
Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari
-
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian