Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap mantan anggota Watimpres Djan Faridz dalam kasus dugaan suap pada pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI.
Kasus tersebut saat ini menyeret nama Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Advokat Donny Tri Istiqomah, dan buronan yang dicari KPK selama lima tahun terakhir, yaitu Harun Masiku sebagai tersangka.
Menanggapi hal itu, Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Zaenur Rohman menilai peran Djan Faridz dalam kasus ini memang masih menjadi misteri karena saat ini hanya penyidik KPK yang mengetahuinya.
Menurut dia, KPK sudah melakukan tindakan yang tepat dengan menggeledah rumah Djan, melakukan penyitaan terhadap barang-barang di rumah Djan, dan memeriksa Djan sebagai saksi.
“Berarti penyidik KPK memiliki dugaan bahwa di tempat Djan Faridz ada barang-barang yang diduga memiliki keterkaitan dengan tindak pidana. Kemudian Djan Faridz dipanggil sebagai saksi. Berarti penyidik ingin mengetahui informasi dari Djan Faridz mengenai telah terjadinya tindak pidana,” kata Zaenur kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).
Djan Faridz memang belum bisa dipastikan berperan atau mengetahui tindak pidana suap, tambah Zaenur, tetapi dia menilai bahwa langkah KPK menunjukkan bahwa penyidik mempunyai dugaan bahwa Djan memiliki informasi terkait kasus ini.
Zaenur menambahkan ada berbagai kemungkinan dibalik alasan KPK melakukan penggeledahan, penyitaan, dan pemeriksaan terhadap Djan Faridz dalam penyidikan kasus suap kepada eks Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ini.
“Apakah misalnya di tempat tinggal Djan Faridz, di situ pernah terjadi tindak pidana misalnya? Misalnya merencanakan tindak pidana. Dijadikan sebagai tempat rapat misalnya. Rapat untuk apa? Rapat merencanakan tindak pidana," kata dia.
"Ataukah misalnya, uang yang digunakan untuk menyuap sebagai alat tindak pidana misalnya, berasal dari rumah itu misalnya. Atau yang ketiga misalnya, rumah itu pernah menjadi tempat pelarian misalnya. Atau misalnya, tempat itu menjadi tempat untuk memusnahkan barang yang digunakan untuk melakukan pidana misalnya, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain,” Zaenur menambahkan.
Baca Juga: Drama Hasto Batal Minta Pindah ke Rutan Salemba, Ngaku Sudah Akrab dengan Tahanan KPK
Meski begitu, dia juga menilai bahwa tidak tertutup kemungkinan pula bahwa Djan Faridz tidak terlibat atau tidak mengetahui informasi mengenai tindak pidana ini.
“Tetapi ketika penyidik melakukan penggeledahan, melakukan penyitaan, melakukan pemanggilan, berarti penyidik memiliki dugaan, memiliki kebutuhan untuk membuat terang satu tindak pidana,” tandas Zaenur.
Rumah Djan Faridz Digeledah
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika memastikan satu rumah yang digeledah terkait penyidikan dan pencarian buronan Harun Masiku pada Rabu (22/1/2025), merupakan kediaman politisi kawakan Djan Faridz.
KPK menggeledah kediaman Djan di Jalan Borobudur Nomor 26, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (22/1/2025) malam untuk mengusut kasus suap pada pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dengan tersangka Harun Masiku,
“Informasi yang kami dapatkan dari penyidik ditemukan dan disita dokumen serta barang bukti elektronik,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2025).
Berita Terkait
-
KPK Bantah Politisasi dan Kriminalisasi terhadap Febri Diansyah: Bukan Bidang Kami
-
Febri Diansyah Diperiksa KPK dalam Kasus Suap PAW DPR, Pemeriksaan Tertunda karena Penyidik Cuti
-
5 Momen Hasto Kristiyanto Selama Jadi Tahanan KPK, Terbaru Tolak Dipindah ke Salemba
-
Drama Hasto Batal Minta Pindah ke Rutan Salemba, Ngaku Sudah Akrab dengan Tahanan KPK
-
Jaksa KPK Sebut Delik Kasus Hasto PDIP Bukan Terkait Kerugian Negara, tapi Suap!
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda