"Saya berharap negosiasi akan terus berlanjut mengenai cara-cara untuk mengurangi atau meringankan dampak dari tarif baru apa pun," kata Direktur Eksekutif Kamar Dagang Amerika di Hanoi Adam Sitkoff.
Sedangkan, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra berharap dapat menurunkan tarif 37 persen yang dikenakan pada Thailand jauh lebih besar dari 11 persen yang diharapkan.
"Kita harus bernegosiasi dan membahas perinciannya. "Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi hingga kita tidak mencapai target PDB," katanya.
Selain penurunan volume ekspor, INDEF juga memperingatkan potensi efek berantai berupa melambatnya produksi, berkurangnya jam kerja, hingga ancaman PHK di sektor-sektor terkait.
"Akan berdampak pada biaya yang tinggi bagi pelaku ekspor untuk komoditas unggulan, seperti tekstil, alas kaki, elektronik, furniture, dan produk pertanian, dampaknya adalah melambatnya produksi, dan lapangan pekerjaan," tuturnya.
Sementara itu, dampak global dari kebijakan tarif itu juga mulai terlihat di pasar keuangan. Saham-saham di AS, Jepang, dan Korea Selatan mengalami penurunan.
Harga emas melonjak di atas US$3160 per ons sebagai bentuk pelarian investor ke aset aman, sementara harga minyak dunia justru turun lebih dari 3 persen.
Eisha menilai, kebijakan Trump ini bisa menjadi boomerang bagi perekonomian AS sendiri.
“Tarif yang diberlakukan AS bisa berpotensi menjadi boomerang bagi Ekonomi AS, misalnya inflasi tinggi, harga barang tinggi karena tarif, dan dapat berdampak pada pasar tenaga kerja AS," katanya.
Baca Juga: Digoyang Tarif Trump 32 Persen, Ini 9 Pernyataan Resmi Pemerintah Indonesia
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi