News / Nasional
Jum'at, 04 April 2025 | 18:29 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memiliki kenangan tersendiri terhadap mendiang Uskup emeritus Keuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mgr. Petrus Turang, Pr. Menurutnya, Mgr Petrus Turang merupakan orang yang baik.(Foto dok. Biro pers)

Dalam tugasnya itu, beliau berkeliling Indonesia untuk mencari cara-cara pemberdayaan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto melayat ke Uskup Petrus Turang. (Suara.com/Bagaskara)

“Dalam konferensi para uskup pun, beliau selalu membawa semangat yang sama, pemberdayaan, pemberdayaan, dan pemberdayaan,” kenang Kardinal Suharyo.

un, beliau selalu membawa semangat yang sama, pemberdayaan, pemberdayaan, dan pemberdayaan,” kenang Kardinal Suharyo.

Akan Dibawa ke Kupang

Kardinal Suharyo mengatakan Mgr. Petrus Turang yang lahir di Manado telah melayani sebagai Uskup di Kupang selama lebih dari 27 tahun. Meskipun bukan putra daerah, pengabdiannya yang panjang di Nusa Tenggara Timur membuatnya diputuskan untuk dimakamkan di Kupang.

“Beliau adalah orang Manado. Tetapi sudah 27 tahun lebih, hampir 28 tahun, menjadi uskup di Kupang. Maka diputuskan untuk dimakamkan di Kupang,” katanya.

Jenazah Mgr. Petrus Turang dijadwalkan diberangkatkan dari Jakarta pada Senin (1/4) dini hari menuju Kupang.

“Nanti malam akan berangkat dari sini jam 23.00. Ikut pesawat besok jam 06.00 langsung dibawa ke Kupang, dan akan dimakamkan pada hari Selasa di Kupang,” kata Kardinal.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa ucapan duka dari Vatikan akan disampaikan secara resmi dalam misa pemakaman.

Baca Juga: Biasa Bengis di Film, Anak Ungkap Karakter Asli Ray Sahetapy: Kayak Teman, Suka Main PS

Mgr. Petrus Turang meninggal dunia pada Jumat pukul 06.02 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, setelah menjalani perawatan intensif.

Load More