Tokoh garis keras dalam koalisi Netanyahu percaya Israel saat ini memegang kendali strategis. Seperti yang baru-baru ini ditulis oleh kepala lembaga pemikir sayap kanan Meir Ben-Shabbat: "Israel berada dalam posisi terkuatnya. Israel tengah mengubah Timur Tengah, memperluas kemampuan militernya, dan memukul mundur poros Iran—sementara Suriah berada dalam posisi terlemahnya."
Bagi banyak orang di kubu kanan penguasa Israel, ini adalah momen yang ideal untuk mendorong perjanjian damai dengan Suriah, bahkan mungkin yang melibatkan penarikan Israel dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Audiens yang Sebenarnya: Israel Dalam Negeri
Namun, mungkin pesan paling penting di balik kampanye militer tersebut tidak ditujukan kepada Ankara, Damaskus, atau bahkan Teheran—tetapi kepada Tel Aviv.
Karena protes terhadap kepemimpinan Netanyahu semakin keras dalam beberapa bulan terakhir, eskalasi militer telah menjadi tameng politik yang nyaman. Perang di Gaza, Tepi Barat, Suriah, dan Lebanon mendominasi perhatian publik dan sebagian besar telah mengesampingkan demonstrasi antipemerintah.
“Pemerintahan Netanyahu harus pergi, tetapi kami tidak akan turun ke jalan sementara putra-putra kami berperang,” telah menjadi seruan umum di antara banyak orang Israel yang menentang kepemimpinannya tetapi tetap enggan untuk memprotes selama masa perang.
Dengan mempertahankan keadaan konflik, Netanyahu tidak hanya mengamankan kelangsungan hidup koalisinya tetapi juga memungkinkan sekutunya untuk memajukan agenda garis keras—terutama pada masalah Palestina—yang akan menghadapi perlawanan lebih besar di masa damai.
Para kritikus memperingatkan bahwa strategi ini, meski menguntungkan secara politik, memiliki konsekuensi yang besar bagi lembaga demokrasi Israel, sistem peradilannya, dan stabilitas jangka panjang kawasan tersebut.
Baca Juga: Gaza: Ladang Ranjau Tak Terlihat, Anak-Anak Jadi Korban Utama Setelah Gencatan Senjata
Berita Terkait
-
Serangan Udara Israel Tewaskan Puluhan Orang di Sekolah Gaza: Hamas Jadikan Warga Sipil Tameng?
-
Israel Tewaskan Komandan Hamas dalam Serangan Drone di Lebanon
-
Gaza Terancam Terbelah: Netanyahu Umumkan Rencana Koridor Militer Kontroversial
-
Israel Invasi Suriah! 9 Tewas, Dunia Diminta Bertindak
-
Gaza: Ladang Ranjau Tak Terlihat, Anak-Anak Jadi Korban Utama Setelah Gencatan Senjata
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN
-
ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika
-
Karangan Bunga Hitam Putih Dedi Mulyadi Jadi Sorotan di Balai Kota
-
Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui