Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas mengaku ingin mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan ini disebutnya sebagai upaya mengurai kompleksitas rantai pasok dan memutus dominasi tengkulak dalam distribusi pangan dan kebutuhan pokok di desa.
Hal itu ia sampaikan Zulhas dalam acara Halal Bihalal PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/2025). Menurut Zulhas, kehadiran koperasi desa Merah Putih bisa menjadi solusi konkret untuk membenahi ekosistem ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
"Memangkas rantai pasok yang panjang, juga menghindari menghilangkan apa yang kita sebut dengan middleman atau tengkulak-tengkulak," ujar Zulhas dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, sistem distribusi ke depannya akan lebih ringkas karena produsen bisa langsung menyalurkan barang ke koperasi tanpa melalui perantara. Beberapa komoditas yang disebut berpotensi didistribusikan lewat koperasi di antaranya sembako dan pupuk.
“Apakah nanti sembako memangkas rantai pasok yang panjang, dari produsen langsung ke koperasi. Ataukah pupuk dari pabrik pupuk yang jauh langsung ke koperasi,” ungkap Zulhas.
Tak hanya sembako dan pupuk, Zulhas juga membuka peluang agar distribusi gas LPG ke masyarakat desa bisa dilaksanakan lewat koperasi desa. Skema ini, menurutnya, bisa menjadi jawaban atas keruwetan distribusi LPG selama ini.
"Ataukah nanti misalnya LPG yang berbelit-belit misalnya, dari kemana-mana Akhirnya itu kemarin rame kan, Nanti dari Pertamina bisa langsung ke koperasi desa," ucapnya.
Diketahui, pembentukan koperasi desa ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini direncanakan akan diluncurkan perdana pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Lebih jauh, Zulhas menambahkan bahwa koperasi desa juga akan berfungsi sebagai pusat pemantauan kesehatan, gizi, dan pendapatan masyarakat desa. Dengan sistem ini, ia berharap seluruh aktivitas ekonomi di desa bisa terintegrasi dalam satu wadah koperasi.
Baca Juga: Akui Partainya Banyak Kekurangan, Zulhas Ungkit Pesan Prabowo di Acara Halal Bihalal PAN: Apaan Tuh?
Ia juga menekankan bahwa skema distribusi berbasis koperasi akan memangkas jalur panjang dari produsen ke konsumen. Salah satu contohnya adalah penyaluran pupuk yang akan langsung dialokasikan ke koperasi sebelum disalurkan ke petani.
Klarifikasi Kemenkop Soal Biaya Pelatihan Pengawas Kopdes Merah Putih
Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai biaya pelatihan bagi pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang beredar di beberapa media.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/4), Ahmad Zabadi menegaskan bahwa informasi mengenai biaya pelatihan pengawas koperasi sebesar Rp5 juta per orang tidak berasal dari kebijakan resmi kementerian.
"Kami masih merumuskan metode pelatihan secara menyeluruh dan belum sampai pada tahap penetapan kebutuhan pembiayaan maupun skema pendanaannya," kata Zabadi sebagaimana dilansir Antara.
Zabadi mengatakan bahwa pelatihan kepada 240.000 pengawas koperasi ini bertujuan untuk memperkuat fungsi pengawasan agar Kopdes Merah Putih dapat beroperasi dengan baik dan akuntabel.
Berita Terkait
-
Akui Partainya Banyak Kekurangan, Zulhas Ungkit Pesan Prabowo di Acara Halal Bihalal PAN: Apaan Tuh?
-
Ada Wacana Pemerintah Mau Alihkan Dana Desa untuk Bentuk KopDes Merah Putih
-
Kemenkop dan Aspenda Jajaki Kerja Sama untuk Mitigasi Risiko Fraud di Kopdes Merah Putih
-
Pemerintah Berencana Gaet Kantin Sekolah Sediakan Makanan di Program MBG
-
Zulhas: Pertemuan Prabowo-Mega Selesaikan Separuh Perbedaan!
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?
-
Dirumorkan Tewas Dibom Iran, Benjamin Netanyahu Terakhir Terlihat di Lokasi Ini
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Laporan Keterangan Palsu di Sidang Hanya Bisa Lewat Hakim
-
Beri Ucapan Selamat Ultah ke-12, Rocky Gerung: Suara.com Selalu Memperlihatkan Kecerdasan
-
208 SPPG di DIY Dihentikan Sementara, Bisa Operasi Lagi Setelah Penuhi Standar Sanitasi dan Mess Tim
-
Misteri Hilangnya Benjamin Netanyahu: Rumor Tewas Kena Rudal Iran vs Klarifikasi Resmi Israel
-
Iran Luncurkan Rudal dengan Hulu Ledak 2 Ton ke Israel dan Pangkalan AS
-
Bayangan Hitam Iran yang Bikin Israel Gemetar: Mengenal Pasukan NOPO Pengawal Mojtaba Khamenei
-
HUT Ke-12 Suara.com, Kapolda DIY: Semoga Terus Cerdaskan Masyarakat
-
Beri Ucapan Selamat HUT ke-12 Suara.com, Ketua KPK Tekankan Peran Media dalam Pemberantasan Korupsi