Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI fraksi PDIP, Deddy Yevri Sitorus, mempertanyakan Menpan RB Rini Widyantini soal langkahnya dalam memindahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur mutasi di Kalimatan Timur.
Menurutnya, penempatan ASN bisa dilakukan secara adil di semua wilayah Kalimantan, termasuk seluruh wilayah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Deddy dalam rapat kerja Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Awalnya Deddy mempertanyakan mengapa Komite ASN yang tugasnya mengawasi kinerja ASN malah dibubarakan.
"Saya ingin bertanya Bu menteri soal komite ASN kenapa sih dulu dibubarkan? kenapa dibubarkan? lalu siapa yang mengawasi sekarang, karena ASN ini Bu ya kompleks. Kita mengamati kemarin dalam Pilkada bagaimana banyak sekali ASN terlibat dalam Pilkada ini bagaimana apakah ada rencana menghidupkan kembali ASN," kata Deddy dalam rapat.
Deddy menyampaikan, pada sejumlah institusi ada lembaga pengawasnya.
"Polisi ada Kompolnas, kejaksaan juga punya, kok ASN yang merupakan motor birokrasi yang pegang anggaran dan jejaring itu enggak ada yang ngawasin ini tanggung jawab konstitusional kita seperti apa," ujarnya.
Kemudian Deddy menyinggung soal rencana mutasi ASN hanya dari Pemprov Kaltim. Menurutnya, hal itu dirasa kurang adil.
"Di sini ibu menyebutkan akan ada rencana rekrutmen dari ASN Kalimantan Timur ya Bu? Kalau saya enggak salah di sini, kenapa hanya Kalimantan Timur? ah mutasi, iya mutasi kenapa hanya Kalimantan Timur? paling tidak seluruh Kalimantan Bu," katanya.
Baca Juga: Forum Purnawirawan TNI Tuntut Gibran Diganti Lewat MPR, Deddy Sitorus PDIP: Saran yang Bagus
"Lah utangnya sama seluruh Kalimantan kok republik ini bukan hanya Kalimantan Timur why not ASN yang cakep dari Kalimantan yang lain; utara selatan barat tengah juga bisa dapat kesempatan naik kelas langsung ke IKN di IKN sana," sambungnya.
Ia pun mendesak agar ASN yang pindah ke IKN tak hanya dari Kaltim saja, tapi semua Kalimantan. Termasuk juga dari wilayah Indonesia Timur tak hanya dari Jawa saja.
"Jangan hanya Kalimantan Timur dong saya minta dibuka juga kesempatan untuk Kalimantan yang lain dan terutama nanti daerah-daerah timur, jangan dipindahin dari Jawa semua bu, tolonglah, kalau mereka belum siap disiapkan dilatih di berdayakan itu baru ada gunanya kita pindah ibu kota," kata dia.
"Kalau enggak cuma pindahkan kantor, jadi tolong itu diperhatikan ya, kalau memang belum ya pemberdayaan dulu apa namanya kek, apa masa persiapan atau apa intinya kan enggak ada orang yang nggak bisa diupgrade," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, menyampaikan, ada tiga fase prioritas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal itu disampaikan Rini dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Berita Terkait
-
Di DPR, Menpan RB Beberkan 3 Fase Pemindahan ASN ke IKN, Begini Lengkapnya!
-
Perpres Belum Ditandatangani, MenpanRB Sebut Pemindahan ASN ke IKN Masih Tunggu Arahan Prabowo
-
PAN Dukung Prabowo Capres Lagi, Deddy PDIP: Aneh, Pemerintah Baru 6 Bulan Kok Udah Ngomongin 2029
-
Forum Purnawirawan TNI Minta Menteri Pro-Jokowi Direshuffle, Deddy Sitorus: Berarti Ada Masalah
-
Forum Purnawirawan TNI Tuntut Gibran Diganti Lewat MPR, Deddy Sitorus PDIP: Saran yang Bagus
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros
-
Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global
-
Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?
-
Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna
-
Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah
-
Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas
-
Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar
-
RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan