Suara.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendadak curhat soal pelajaran yang terus ditanamkan oleh kedua orang tuanya. Memori masa kecil itu kembali diceritakan Menhut Raja Juli saat kunjungan kerja ke Provinsi Riau pada Kamis (25/4/2025).
Sebagai putra daerah Riau, Raja Antoni mengaku berterima kasih atas capaian dan amanah yang telah diberikan. Dia pun mengenang jerih payah kedua orang tuanya. Sebab, keberhasilannya tak lepas dari peran dan dukungan yang diberikan sang ibu dan ayahnya.
"Tentu setiap anak merupakan kewajiban kita bersama, saya mengucapkan syukur dan berbangga hati pada orang tua. Saya secara pribadi kalau ditanya kenapa saya bisa sampai pada titik ini. Tentu banyak titik lain akan saya jalani, saya merasa tentu ini adalah takdir dan tidak bisa kita elakkan. Meski sudah ditetapkan, manusia perlu berikhtiar," beber Raja Antoni ditulis pada Jumat (25/4/2025).
"Berada pada titik ini adalah karena orang tua saya, ayah saya almarhum Raja Ramli Ibrahim beserta ibu, yang mengajarkan sejak dini pada saya akan pentingnya kerja keras, akan pentingnya ilmu pengetahuan dengan kesederhanaan yang kami alami ketika masih kecil," sambung Menhut Raja Juli.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu pun mengaku bangga atas semua pelajaran yang diberikan oleh kedua orangnya. Sebab, selain diajarkan soal etos kerja dan pentingnya memegang komitmen, Menhut Raja Juli juga menyebut jika orang tuanya menanamkan ilmu pengetahuan kepada anak-anaknya.
"Kedua yang saya banggakan dari ayah dan ibu juga mengajarkan pada kami pentingnya ilmu pengetahuan. Kenaikan atau perubahan nasib kenaikan status sosial ekonomi itu tidak mungkin dilakukan kecuali kita beriman dan memiliki ilmu pengetahuan," beber Menhut lagi.
Dalam kunjungan kerjanya di Riau, Raja Juli yang didampingi sang istri, Istri Nurlaili Kinanggi sempat disambut dengan menggunakan Upacara Adat Tepuk Tepung Tawar, yakni tradisi Melayu yang dilakukan untuk memberikan berkah dan doa keselamatan, serta sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan.
Tak hanya berkunjung ke Balai Adat Melayu Riau, Menhut Raja Antoni juga melakukan peninjauan ke SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Selain itu Menhut juga mengunjungi dan berdiskusi di UMRI dan PWM Riau.
Lepasliarkan 6 Orang Utan di Kaltim
Baca Juga: Diutus Prabowo Melayat Paus: Jokowi, Thomas, Pigai, hingga Ignasius Jonan Terbang ke Vatikan
Sebelumnya diberitakan, Menhut Raja Juli telah melepasliarkan enam orang utang ke habitannya. Enam satwa langka dan dilindungi itu dilepasliarkan oleh Menhut di di Muara Wahau, Kutai Timur, Kalimatan Timur pada Rabu (23/4/2025) lalu.
Raja Juli secara langsung melakukan pembukaan kandang salah satu orang utan betina bernama Mikhayla berusia 10 tahun.
"Saya bersyukur kita masih bisa melepasliarkan 6 orang utan. Mudah-mudahan mereka menjadi orang utan yang bahagia karena kembali ke tempat asalnya, tempat yang sesungguhnya, rumah mereka sebenarnya," kata Raja Antoni dalam keterangannya, Kamis (24/4).
Raja Juli mengaku bahagia lantaran bisa mengembalikan orang utan ke habitatnya. Hal ini juga menurutnya menjadi tatantangan bagi Kementerian Kehutanan untuk lebih serius dalam menjaga ekosistem, kelestarian hutan dan satwa yang ada di dalamnya.
"Ada kebahagiaan, karena kami bisa merilis 6 orang hutan, mereka akan kembali ke habitatnya, tapi sekaligus ini juga tantangan bagi kami untuk lebih serius lagi, menjaga kelestarian hutan, ekosistem dan satwa lainnya sehingga tidak banyak yang kemudian harus dikonservasi," ujarnya.
"Kemudian juga pendidikan orang utan, dicek kesehatannya, kemudian dilepasliarkan, mereka memang harus ada di rimba raya, di alam liar sana sebagai binatang yang memang itulah habitatnya. Jadi ada rasa syukur sekaligus tantangan bagi kami untuk kerja lebih giat lagi," bebernya
Berita Terkait
-
Diutus Prabowo Melayat Paus: Jokowi, Thomas, Pigai, hingga Ignasius Jonan Terbang ke Vatikan
-
Tak Gentar Dipolisikan, Dokter Tifa Siap Lawan Balik Jokowi soal Isu Ijazah Palsu: Tagih Janji Ini!
-
Heboh Video Monolog Gibran, Golkar: Kadang jadi Wapres Serba Salah, Untung Prabowo Gak Baperan!
-
Cuma Baru Soekarno, KSBSI soal Kabar Prabowo Mau Temui Buruh saat Mayday: Kami Acungi Jempol
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK