Suara.com - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Dirjen PHU Kemenag) Hilman Latief menyampaikan bahwa sampai saat ini sudah 212.733 jemaah yang melunasi pembayaran ibadah Haji 2025.
Pernyataan itu disampaikan Hilman dalam Rapat Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025).
"Update pelunasan biaya ibadah haji reguler tahap 2 hingga Minggu 27 April 2025, jemaah haji reguler yang telah melunasi sebanyak 212.733 dari 203.320 untuk haji reguler atau sebesar 104,63 persen," kata Hilman.
"Mereka telah melunasi terdiri dari jemaah berhak lunas pada tahap 1 maupun 2 sebanyak 183.029 orang," sambungnya.
Adapun Hilman menyampaikan, hal yang menyangkut dengan perkembangan penyelenggaran Haji 2025. Menurutnya, jemaah yang berstatus sebagai cadangan haji afa sebanyak 27.500 orang.
Kemudian, petugas haji daerah sebanyak 1.520 orang, sementara pembimbing sebanyak 684 orang.
"Sementara menurut data per 27 April 2025 pukul 20.00, jemaah haji reguler dengan kategori pendamping yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebanyak 20.591 orang, di mana 19.316 di antaranya dinyatakan istita'ah," katanya.
Lalu, kata dia, jemaah haji reguler dengan kategori cadangan yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebanyak 29.771 orang. Dari jumlah itu, menurutnya, ada 29.240 orang di antaranya dinyatakan lulus istita'ah kesehatan.
"Sedangkan jemaah yang telah melakukan pelunasan BIPIH pada kategori ini sebanyak 27.500 orang," katanya.
Baca Juga: Jadwal Haji 2025 Resmi Dirilis! Cek Tanggal Keberangkatan Jemaah Sekarang!
Sebelumnya, Menteri Agama atau Menag RI, Nasaruddin Umar juga telah menyampaikan bahwa pihaknya masih terus mengupayakan agar kuota pendamping haji Indonesia ditambah oleh Pemerintah Arab Saudi untuk pelaksanaan Ibadah Haji 2025.
Itu dilakukan untuk menjaga para jemaah haji lansia dengan resiko tinggi yang jumlahnya banyak dari Indonesia.
Nasaruddin menyampaikan hal tersebut dalam Rapat dengan Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
"Estimasi 1.000-1.500 dari jamaah lansia, resiko tinggi dan difabel itu beserta dengan pendamping. Nah ini lah yang kami betul-betul kami juga perjuangkan ke Pemerintah Saudi Arabia agar pendamping haji ini jangan hanya sekitar 2.000 seperti yang menjadi ketentuan internasionalnya," kata Nasaruddin.
Ia menyampaikan, permintaan ditambahnya kuota itu dilakukan dengan alasan yang kuat.
"Kami memberikan alasan yang sangat masuk akal bahkan juga menteri hajinya dan juga menteri kesehatan nya kemarin juga kami yakinkan bahwa betapa perlunya kami mendapatkan tambahan pendamping ini," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus