"Jadi ada upaya dari berbagai pihak, terutama dari pihak eksternal, untuk berusaha mengambil soal. Apakah soal ini ditujukan untuk apa dan sebagainya, ini sedang kita investigasi lagi," kata Eduart saat konferensi pers di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Selasa (29/4/2025).
2. Kerjasama dengan Panitia
Beberapa peserta juga ada yang ditemukan menyembunyikan ponsel di bagian tubuh yang sulit terlihat, serta memasang aplikasi perekam di tablet atau PC ujian untuk merekam dan mengirimkan tampilan soal ke luar ruang ujian. Eduart menyebut bahwa modus ini mengindikasikan potensi keterlibatan orang dalam atau panitia penyelenggara.
"Tentu di poin ini bisa saja terindikasi ada keterlibatan orang dalam. Dan saat ini sudah kita dapati namanya dan sudah kita lakukan tindakan. Dipecat itu pasti," tegasnya.
3. Praktik Joki di Dalam Ruang Ujian
Penggunaan joki ujian masih marak terjadi dalam proses UTBK 2025. Bahkan penggunaan joki itu juga semakin kompleks dan dengan berbagai macam modus. Modus pertama, mengganti foto peserta di akun SNPMB dengan foto joki agar joki bisa masuk menggunakan identitas palsu. Kedua, peserta tetap masuk ke ruang ujian, namun menerima jawaban dari luar melalui alat komunikasi tersembunyi yang dipasang di tubuh dengan ukuran sangat kecil.
Ketiga, modus remote PC peserta ujian. Artinya, joki yang mengoperasikan sekaligus menjawab soalnya dari jarak jauh. Meski peserta asli tetap ada di dalam ruangan ujian, tapi sebenarnya tidak melakukan apa-apa.
Terakhir, mengambil alih akses perangkat jaringan untuk melakukan setting tertentu pada perangkat tersebut.
Baca Juga: Panitia SNPMB Curiga Sindikat Joki Lintas Provinsi Beraksi di UTBK, Fakultas Kedokteran Jadi Target
Berita Terkait
-
Panitia SNPMB Curiga Sindikat Joki Lintas Provinsi Beraksi di UTBK, Fakultas Kedokteran Jadi Target
-
Deretan Modus Kecurangan UTBK 2025, Pasang Kamera di Kawat Gigi Hingga Keterlibatan Ordal
-
Menyamar dan Merekam: Krisis Integritas di UTBK SNBT 2025
-
UTBK 2025: Ketika Kecurangan Ujian Lebih Canggih dari 'Bad Genius'
-
Terdapat 14 Kasus Kecurangan Pelaksanaan UTBK 2025, Panitia Buka Opsi Laporkan Pelaku
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi